Chapter 17

2372 Words

Sesuatu yang mengawasinya membuat Andini tersentak dan bangkit dari duduknya dengan satu gerakan cepat.             Cewek itu berdiri, menatap sekitar dengan tatapan awas. Di halaman belakang rumah sakit ini tidak ada siapa-siapa kecuali dirinya dan Mahesa. Beberapa saat yang lalu, keduanya terlibat perdebatan mengenai Aldy dan diakhiri dengan cerita Mahesa soal anak cewek yang pernah ditemuinya dulu sekali dan katanya memiliki kesamaan dalam hal keras kepala dan ketegasan dengan Andini. Lalu, Andini merasa tengkuknya meremang, seolah diperhatikan dari jauh.             “Din?” panggil Mahesa. Cowok berkacamata itu berdiri, menatap Andini dengan tatapan bingung. “Ada apa?”             Andini melirik sekilas dan kembali mengawasi sekitarnya. Jantungnya berdetak kencang. Benar-benar kencan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD