Chapter 25

1203 Words

Shirena memperhatikan Reygan dari tempatnya.             Semenjak kejadian di kafe pada malam Minggu kemarin, pacarnya itu berubah menjadi pendiam. Reygan juga belum menghubunginya sejak saat itu sampai detik ini. Bahkan, ketika keduanya bertemu di kampus dan di kelas pun, Reygan tidak menegurnya. Padahal sebelum ini, Reygan itu kelakuannya sudah seperti bucin alias b***k cinta kurang kerjaan.             “Shiren.”             Panggilan itu membuyarkan Shirena. Cewek itu mengerjap dan menoleh. Di ambang pintu kelasnya, Andini berdiri sambil tersenyum kecil dan melambaikan tangan. Setelah melirik Reygan yang sedang asyik melamunkan entah apa di kursinya itu, Shirena bangkit dari kursinya dan berjalan ke arah pintu kelas untuk menghampiri Andini.             “Hai.”             Alis Andi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD