Chapter 23

2075 Words

Mahesa menunggu dengan tidak sabar.             Di hadapannya, Reygan, Shirena dan Gabriel duduk dengan wajah bersalah. Bukan hanya terlihat pada wajah mereka bertiga, melainkan juga pada cara mereka menatap Mahesa. Mahesa sendiri bersedekap dan kini menggebrak meja. Bukti bahwa kesabaran Mahesa sudah habis.             “Jadi, lo bertiga nyembunyiin fakta kalau Andini masih hidup?! Kenapa?!” teriak Mahesa. Tidak peduli bahwa kini, pengunjung kafe di dekat kampus mereka menatapnya dengan tatapan bertanya sambil berkasak-kusuk.             Tadi, begitu Mahesa memutuskan untuk menoleh sekali lagi ke belakang karena merasa sedikit bersalah akibat melampiaskan amarahnya pada orang yang sudah menolongnya dari bahaya, cowok itu tersentak hebat. Mahesa seolah tidak memercayai penglihatannya sen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD