Sandi dan Listya memasuki pesawat yang akan membawa mereka menuju Bali. Mereka tadi sudah mempersiapkannya semuanya, hanya dengan membawa satu koper besar saja berisi pakaian keduanya dan barang penting lainnya. Jika nanti kurang, mereka bisa membelinya di sana. Perjalanan bisnis kali ini sepertinya akan cukup menyenangkan karena sambil berbulan madu, Sandi sedari tadi tak berhenti senyum-senyum sendiri ketika membayangkan kalau ia dan sang istri akan berlibur bersama. Entah perasaannya saja atau memang benar adanya kalau perjalanan bisnis yang ayahnya maksud hanya bualan semata, inti dari titah ayahnya adalah menyuruh mereka berdua berbulan madu. Sandi sudah sangat hafal dengan sikap ayahnya, berbeda dengan Listya yang menganggap kalau ini adalah perjalanan bisnis biasa. Pikiran dua pria

