Serdi Ananda mengepalkan tangannya kuat-kuat setelah melihat berita yang baru saja muncul di televisi, ia yakin semua ini pasti ulah orang suruhan Mr. Black. Ia sangat mengenal pria licik itu yang akan melakukan segala cara demi keuntungan dirinya sendiri. Papa Serdi merasa kalau inilah saatnya ia harus mempertahankan perusahaannya dari segala macam gosip yang kini sudah mulai berkembang. Semua itu karena ulah Mr. Black, ia tidak akan pernah memaafkan pria licik itu. Jika memang mereka ingin segera berperang, maka tidak ada alasan bagi Papa Serdi untuk menolak. Lagipula sudah sangat lama masalah mereka terjalin dan tentunya ini sudah berada di puncaknya karena mereka sudah ikut campur mengenai perusahaannya. Sandi sendiri kini berdiri di samping papanya, pria itu juga ikut melihat siaran

