Aku memang bilang terserah, tapi dia tidak harus mengeluarkan banyak sekali sesuatu yang harus kumasukkan ke dalam nasi goreng nanti. Maksudku lihat dia, dia mengeluarkan satu pak bakso ikan, satu pak sayuran kering, imitasi crab, sosis dan udang kupas dari dalam freezer. “Kuroda-san, nanti campurkan saja semua ini ya? Juga .. aku sedang ingin makan tempura, kau bisa buat?” “Keluarkan saja semua isi kulkas dan lihat apa yang ingin kau buat dengan itu.” Ucapku menjawab pertanyaannya. Sebenarnya itu sebuah sindiran, tapi dia malah tertawa dan mengikuti apa yang kubilang. Melihatnya aku hanya bisa mendengus dan kembali menyesap teh di cangkir milikku sementara dia sibuk memilih bahan makanan yang sekiranya bisa dia buat apa yang dia inginkan—meski nanti tetap saja aku yang akan membuatnya

