Meski awalnya dia ingin pergi ke supermarket, nyatanya Kuroda-san membawa kami ke toserba yang ada dekat stasiun. Di sana, Kuroda-san mengambil seikat bayam, setengah kilogram kol, satu kilogram daging cincang, dan dua pak daging sirloin steak, setengah kilogram kentang, wortel, asparagus dan beberapa gram jamur. Melihat apa yang dia ambil, kurasa Kuroda-san benar-benar berniat mengambil keuntungan dari makan malam mewah yang akan dia buat malam ini. “A—Kuroda-san, apa tidak kebanyakan? Ini hanya untuk kita berdua kan?” tanyaku canggung, tapi dia malah tersenyum sambil memasukan sekantung krim cair ke dalam keranjang belanjaan kami. “Kau boleh ambil apa yang kau mau, sekalian kalau kau masih ingat apa yang kurang dari keperluan Yuki di rumah, kau bisa ambil juga.” “Keperluan Yuki baru

