“Kuroda-san ...?” Sudah keempat kalinya aku memanggil dia, tapi dia sama sekali tidak meresponku. Pakaian yang kupakai tadi siang pun dia tidak membuangnya seperti yang dia bilang padaku, dia malah mengumpulkan semuanya bersama stroller, makanan kucing yang kubeli juga pakaian dan baby carrier milik Yuki, setelah itu dia membakarnya. Entah apa yang dia pikirkan, tapi kurasa apa yang dia lakukan sekarang terlalu berlebihan hanya untuk sekedar melampiaskan kemarahan. Dia bahkan terus menunggui barang-barang yang dibakarnya benar-benar berubah menjadi abu, bahkan saat api yang dia rasa semakin kecil pun, Kuroda-san langsung menuangkan bensin lagi ke atasnya dan membuat api itu kembali tinggi. Dan setelah semua benda yang dia bakar benar-benar menjadi abu, dia kembali membersihkan bekasny

