“Astaga...,” gumamku saat sedang menimang Yuki di halaman. Cepat-cepat kutinggalkan halaman untuk segera menuju ke dapur dan membuka rak bawah dan melihat isi di dalam sana. Benar saja, ketakutanku benar-benar terbukti, sudah tidak ada lagi stok makanan kucing milik Kuroda-san di sana. “Apa yang harus kubeli?” Pikirku. Aku benar-benar kebingungan dengan ini, karena selama aku tinggal dengan Kuroda-san, dia yang selalu memperhatikan kebutuhan kucing-kucing itu, lagi pula ... semalam dia tidak mengatakan apa pun soal makanan kucingnya yang habis. “Apa kubeli saja, ya?” gumamku. Tapi, makanan kucing itu kan, berat, bagaimana caraku membelinya sementara aku juga tidak bisa meninggalkan Yuki di rumah. “Yuu-chan, aku harus bagaimana jika kucing ayahmu tidak makan malam ini?” tanyaku pada

