“Yuuchan, ayo kita pulang.” Ajakku pada Yuki yang sudah bisa berceloteh dan tertawa. Hari ini, aku pergi ke luar dengan Yuki karena s**u –nya sudah habis. Jadi, aku memutuskan untuk membelinya sendiri bersama Yuki. Berat Yuki sudah bertambah sekarang, badan yang awalnya sangat kecil sekarang sudah gemuk, sudah padat bahkan pipi yang awalnya bulat lucu pun sekarang sudah sangat gempil. Anak ini benar-benar tumbuh dengan sangat sehat. Aku beruntung karena punya pasangan seperti Kuroda-san yang sangat memperhatikan kebutuhanku dan Yuki. Aku bahkan masih ingat saat badan Yuki panas dan Kuroda-san langsung berlari dari kantor menuju ke rumah sakit yang tak jauh dari rumah, dengan wajah yang sangat khawatir. Padahal kalau diingat, dia ada rapat penting bersama jajaran staf kepengurusan Dia

