Aku masih menemaninya yang terus dibenahi oleh perawat. Sementara bayi kami dibawa oleh ibu mertuaku ke ruangan sebelah untuk dibersihkan oleh perawat lainnya. Dia terus menggenggam tanganku saat perawat meminta izin untuk menjahit sedikit bekas robekan yang terjadi saat persalinan tadi. Aku melihat dia sesekali meringis karena sakit, namun karena rasa lelahnya mengalahkan sakit dari jahitan itu, Iharasi hanya meremas jemariku sambil memejamkan matanya, meski aku tetap bisa melihat peluh yang terus bercucuran, aku mencoba menyekanya dengan telapak tanganku tapi tetap saja itu tidak cukup. Setelah pekerjaan perawat selesai, mereka meminta izinku untuk membawa Iharasi ke ruang perawatan. Sambil berjalan denganku yang tidak melepas genggamannya, Iharasi di bawa ke ruangan di lantai lima, r

