Mansion Elang Erlangga

1007 Words
"Turun!!" Ar menyuruh Ifa turun dari dalam mobil, tapi Ifa menolak turun karena dia takut akan menjadi salah satu orang yang akan dijual di perdagangan manusia. "Nggakk!!" ucap Ifa dengan tegas "Turun, nggak kamu??" tanya Ar dengan kesal. "Nggakk!!" pekik Ifa dengan sangat kencang Ar yang sudah tampak kesal dengan perempuan yang belum dia ketahui nama nya. Ar, menarik tangan Ifa dengan kesal, sedangkan Ifa pegangan kursi dengan sangat erat. Ar tidak menyerah untuk membuat Ifa turun dari dalam Mobil Majikannya, dia dengan sangat kuat menarik tangan Ifa, begitupun dengan Ifa yang sangat kuat berpegangan dikursi Mobil. Mereka saling menarik, membuat keduanya tampak lelah. Ar tidak menyangka kalau Ifa sangat lah kuat, tidak seperti kelihatannya yang sangat lemah. "Apa dia titisan badak??" batin Ar dengan melepas tangan Ifa. Hah.. Ar membuang napas kasar saat dia merasa sangat lelah dengan Ifa. dia berkacak pinggang dengan menetralkan napasnya yang memburu. "Turun!!" ucap Ar dengan lelah "Nggak!!" sahut Ifa "Nona!! anda, jangan membuat saya naik darah" kesal Ar "Yah, naik aja lah!! nanti saya obati!" sahut Ifa dengan santai nya. "Memang nya kamu Dokter apa?? mau obatin saya??" sahut Ar menanggapi perkataan Ifa. "Tentu saja saya Dokter!! saya, lulusan yang paling muda" sombong Ifa dengan menoel hidung mancungnya dengan jari jempolnya. Ar menaikan satu alisnya mendengar apa yang dikatakan Ifa, percaya tidak percaya dia sendiri dengan El juga sudah mendapatkan gelar magister diusia yang sangat muda. Tapi, Ifa terlihat bukan seperti Dokter saat ini, melainkan Ifa terlihat bak gembel yang sangat kotor dan kumuh. Ar ingin percaya, tapi melihat tampilannya yang sangat amburadul, membuatnya sulit untuk percaya kalau Ifa sudah lulus kedokteran. "Sudah lah jangan banyak bermimpi! jatuh, itu sakit" ucap Ar "Hello Tuan!! bahkan saya sudah mendapatkan gelar Dokter spesialis!!" sombong Ifa Diusianya yang sangat muda, tidak muda bagi Ar percaya begitu saja. Ar merasa kalau perempuan yang ada didepan nya berusia 20 tahun. "Yah, sesuka mu lah!" sahut Ar kembali menarik Ifa yang tengah lengah Ehh.. Lololo Ar berhasil menarik keluar Ifa dari dalam Mobil. Ifa menatap sekeliling Mansion yang tampak asri, nyaman, indah, memanjakan mata. Dia tidak menduga kalau pemandangan yang hanya bisa dia lihat dari Tv, sekarang dia melihat nya secara langsung. Ifa, melangkah ke arah bunga-bunga yang ada di taman depan teras, yang sangat terawat. Bau bunga semerbak wangi, membuat Ifa lupa dengan keberadaannya saat ini. Ar mendengus melihat Ifa, yang kini malah ada didepan bunga-bunga. Ar, mendekati Ifa yang tampak asik dengan bunga-bunga. Ar dengan sangat lelah menghadapi perempuan yang sangat abstrak, dia kembali menarik tangan Ifa dengan kesal. "Eh" "Ayo, masuk!" sahut Ar dengan kasar "Wau" Ifa mengagumi keindahan teras Mansion, yang terlihat menarik, moderen. Ifa, terpesona dengan Mansion El yang sangat-sangat indah. dia tidak menduga akan ada didunia nyata, Mansion bergaya Eropa klasik bercampur moderen seperti Mansion El. Ifa, masih dengan digandeng Ar, dia melangkah masuk dengan terus ternganga-nganga melihat Mansion El, begitu sangat mewah, megah, indah. "Astaga!! indah sekali istana ini" puji Ifa "Kamu, mengatakan! lulus kedokteran, tapi baru melihat Mansion, aneh" sahut Ar "Kamu, tidak tau saja! aku anak orang sederhana! aku bisa kuliah karena mendapatkan beasiswa penuh" sahut Ifa tanpa menoleh ke arah depan, dia masih fokus menatap dalam Mansion El. Ar, tidak percaya kalau Ifa mendapatkan beasiswa seperti yang dia katakan. Ar, tidak menyahut, dia terus melangkah semakin masuk kedalam Mansion. Sampai Ar dihentikan salah satu pelayan yang meminta Ar membawa naik perempuan yang bersamanya naik ke lantai 4. dimana, El ingin Ifa menempati kamar kosong yang ada dilantai 4 dekat kamarnya. Entah apa yang dipikirkan El, saat menginginkan Ifa selalu dekat dengannya. bayangan saat Ifa sebelum jatuh dan menabrak mobil nya, terngiang-ngiang dibenaknya. Ar, sempat melihat Ifa yang tengah mengendari motor olengnya, dia juga akan tau kalau Mobilnya akan berakhir apes karena Ifa. Raut wajah cantik terlihat jelas dari spion Mobilnya, membuat El terus mengingatnya, bahkan mata indah dengan wajah yang tertutup lumpur saja El, masih bisa melihatnya. Entah, perasaan apa yang ada didada El saat ini, dia merasa jantungnya berdegup dengan kencang saat mengingat mata indah Ifa. Mata biru kehijauan, layaknya bukan mata biasa. sangat menenangkan dan juga membuatnya merasa tidak tenang. El, bisa merasakan aura yang sangat berbeda dari Ifa. Elang, kini duduk dibalkon kamarnya dengan menghisap rokok dan juga memegang dadanya yang terus berdetak. "Apa, ada masalah dengan jantung ku??" batin El El, mengusap dadanya sendiri dengan lembut, namun sayang bayangan Ifa terus mengusiknya, membuat jantungnya semakin tidak tenang. Berbeda dengan Ifa yang kini sudah ada didalam kamar yang El maksud. Ifa, langsung saja membersihkan dirinya yang sudah sangat bau dan terasa sangat lengket. Ifa, juga sudah disiapkan pakaian oleh salah satu pelayan. pakaian pemberian El, yang entah kapan El memesannya untuk Ifa. bahkan sebelum El dan yang lain datang, pakaian yang El pesan sudah sampai di Mansion. Ifa tengah menikmati acara mandinya. dia tidak berpikir macam-macam saat ini, yang jelas dia ingin menikmati air, sabun, shampoo, pasta gigi, orang kaya. Ifa sangat asik berendam dalam bathtub, dengan busa-busa yang bau nya sangat wangi, belum lagi lilin aromatik yang membuatnya sangat tenang dan nyaman. Sampai tanpa sadar, Ifa tertidur didalam bak mandi, saking enak dan nyamannya. untuk, pertama kali Ifa merasakan peralatan mandi orang kaya. Sebelum-sebelumnya Ifa hanya mandi dengan sabun yang ada diwarung, kini mandi dengan sabun brand ternama. dengkuran halus terdengar didalam kamar mandi. Ifa sangat nyaman, sangat berbeda dengan El yang tidak tenang. sedangkan Ar dia tengah menatap layar laptop nya, dia mencari informasi terkait dengan Ifa. Dia tidak ingin membuat kesalahan dengan memasukkan musuh ke dalam Mansion, dan sebelum El menyuruh nya mencari tau semua nya. Terlihat El tertarik dengan Ifa. Ar bisa merasakan saat El mentoleri kesalahan yang dibuat Ifa yang sangat fatal. bahkan El menyuruhnya tinggal didalam kamar kosong dekat kamarnya. Ar yang selalu bersama dengan El ingin yang terbaik untuk El. dia sangat tau selama ini dia tidak tertarik dengan perempuan mana pun. Saat ada yang mendekat selalu saja El langsung ingin membungkam tanpa jejak, tapi dengan Ifa, dia sangat berbeda dari saat bertemu perempuan yang ingin dekat dengannya. "Mungkin ingin berlabu pada perempuan abstrak" batin Ar.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD