Tok
Tok
Tok
Ar, mengetuk pintu kamar Ifa berulang kali, tapi tidak ada sahutan dari dalam. tidak, ada tanda-tanda Ifa akan membuka pintu kamarnya.
Ar yang tidak punya banyak kesabaran, dia kembali mengetuk pintu kamar Ifa dengan sedikit kasar.
Masih tidak ada jawaban dari dalam kamar, Ar kini kembali mengetuk, ralat bukan mengetuk tapi lebih tepatnya menggedor pintu kamar Ifa dengan sangat kencang.
"Kemana bocil??" batin Ar dengan rasa penasarannya.
"Tidak, mungkin kan dia kabur" batin Ar lagi
Ar, bertanya-tanya kenapa tidak ada jawaban dari dalam kamar. Ar, memberanikan dirinya membuka pintu kamar perempuan yang baru dia kenal dengan rasa takut.
Tangan Ar gemetar saat memegang gagang pintu, Ar dengan pelan memutar gagang pintu kamar Ifa. Ar, mengintip kamar Ifa, dia tidak membuka sepenuhnya pintu kamar Ifa.
Merasa tidak ada tanda-tanda kehidupan didalam kamar, Ar memberanikan dirinya masuk kedalam kamar. Ar melangkah masuk ke dalam kamar.
Ar, bisa melihat paper bag masih ada diatas ranjang. Ar, yakin kalau Ifa belum membersihkan dirinya, yang sangat kotor dan bau.
"Kemana perginya perempuan alien itu??" batin Ar
Ar, mendekati balkon kamar Ifa, dia mengira kalau Ifa mungkin saja ada dibalkon, tengah menikmati suasana Mansion dari balkon. Ar, melihat jendela pembatas kamar dengan balkon masih terkunci.
Ar, urung ke balkon, dia kini mendekati walk in closet yang ada didalam kamar, begitu Ar sampai didepan pintu walk in closet, dia melihat bahkan kuncinya saja masih diluar, dia menduga Ifa belum masuk.
Hah..
Ar, membuang napas kasar, dia pusing dengan Ifa. kalaupun Ifa kabur dia tentu saja akan melewati jalan dimana dia masuk. sedangkan Ar, ada diteras setelah mencari tau siapa Ifa, dia bermain catur dengan anak buahnya didepan.
Ar bertanya-tanya dan menerka-nerka dimana Ifa berada. Ar, menatap pintu kamar mandi. "Sudah hampir 3 jam, tidak mungkin dia ada didalam kamar mandi" batin Ar.
Ar, yang penasaran akhirnya dia mendekati pintu kamar mandi dengan pelan. Ar, yakin kalau Ifa tidak ada didalam kamar mandi.
Ceklek..
Ar memutar gagang pintu dengan pelan dan mata tertutup. Ar, menyumbulkan kepalanya masuk ke dalam kamar mandi. "He, perempuan! kamu didalam??" tanya Ar
Tidak ada sahutan dari dalam kamar mandi, dia sudah yakin kalau Ifa tidak ada didalam. dengan percaya diri Ar membuka matanya, dengan membuka lebar pintu kamar mandi.
"Tu-.." belum juga selesai Ar menyelesaikan kata-kata nya, dia sangat terkejut melihat kepala Ifa dengan tubuh yang masih terendam didalam bathub.
Ahhhhh..
Brakkk..
Ar, menarik kembali gagang pintu kamar mandi Ifa, dengan sangat kencang, sampai pintu tertutup dengan sangat kencang dan menimbulkan suara cukup kencang.
Ifa yang ada didalam kamar mandi kelabakan terkejut saat mendengar sesuatu yang sangat kencang.
Ifa, bangun dari tidur lelapnya. dia duduk di bathub dengan menoleh ke kanan ke kiri, dia mencari sesuatu yang membuatnya terkejut bukan main.
Ifa, menggosok kedua matanya yang masih saja lengket, raut wajahnya tampak sangat menggemaskan, kalau saja ada yang melihatnya.
"Apa yah??" batin Ifa
"Aku dimana??" lirih Ifa masih belum sepenuhnya sadar.
Ifa, menoleh ke kanan ke kiri lagi, melihat, mengingat dimana dia, siapa yang membawanya. "Astaga!! aku masih dikamar mandi" batin Ifa saat dia sudah mengingat semuanya.
Ifa beranjak dari duduknya, dia melangkah mendekati handuk yang tidak jauh dari dia mandi. Ifa, memakai handuknya, lalu dia keluar dari dalam kamar mandi, hanya menggunakan handuk, yang hanya menutupi bagian d**a sampai paha.
Tepat saat dia keluar dari dalam kamar mandi, seseorang masuk ke dalam kamar Ifa dengan rasa penasarannya, setelah mendengar Ifa mengakhiri hidupnya didalam kamar mandi.
Ahhh..
Ahhh..
Syett..
Ahhhhhhh..
Ifa dan El berteriak dengan sangat kompak, saat keduanya saling tatap, dengan keadaan Ifa yang hanya menggunakan handuk dan El hanya menggunakan celana pendek, tanpa menggunakan atasan.
Keduanya semakin berteriak saat handuk yang Ifa pakai merosot kelantai dingin kamar Ifa, tanpa perlawanan.
Ifa segara memungut handuknya, setelah itu dia berlari ke arah kamar mandi, dengan merutuki dirinya sendiri yang sangat ceroboh.
"Pria c***l!! brengsekk" maki Ifa dari balik pintu kamar mandi.
"Kamu! lagian kenapa keluar hanya memakai handuk" sahut El dengan sangat lelah dengan Ifa.
"Suka-suka aku lah!! kan ini kamar ku!" kesal Ifa
"Ngapain kamu masuk tanpa seijin ku!!??" lanjut Ifa
"Ar, mengatakan kamu bunuh diri didalam kamar mandi" sahut El dengan sangat polos
Hah..??
Ifa terdiam mendengar apa yang dikatakan El baru saja. Ifa, kapan mencoba bunuh diri, sedangkan dia saja berusaha keras untuk lulus kedokteran diusia muda.
Ifa tidak akan menjadi bodoh hanya karena dituntut untuk mengganti kerusakan mobil El. "Siapa yang bunuh diri??" tanya Ifa heran mendengar apa yang El katakan
"Kamu" sahut El
"Kamu, kata nya tenggelam didalam bak mandi" lanjut El
Hahahaha..
Ifa malah tertawa ngakak mendengar apa yang El katakan. dia, merasa Ar sangat lah konyol. kini Ifa, tau suara apa yang membangunkannya dari mimpi indahnya.
Ar yang ada diluar kamar Ifa, dia heran, kenapa ada suara perempuan didalam kamar. Ar, tidak berani masuk, dia hanya menunggu El didepan pintu kamar Ifa.
"Kenapa kamu ketawa??" tanya El dengan heran.
"Yah, karena kalian berdua lucu!" sahut Ifa
El semakin dibuat bingung dan heran dengan Ifa. dia tidak tau, kenapa Ifa mengatainya dan Ar lucu, padahal Ar mengatakan kalau dia bunuh diri, dimana letak lucunya.
El, semakin dibuat tanda tanya besar oleh perempuan yang sudah menggerakkan hatinya. "Apa yang lucu??" tanya El dengan kepo dan ikut keheranan dengan Ifa.
"Aku, tidak bunuh diri" sahut Ifa lelah
"Lalu??" tanya El
"Aku ketiduran didalam kamar mandi"
Krikk..
Krikk..
El, terdiam, dengan menautkan kedua alisnya tidak mengerti, tidak menyangka dengan apa yang dia dengar. Ifa tertidur didalam bak mandi.
Saat El tengah memikirkan kata-kata tertidur didalam bak mandi, dia kembali mendengar suara Ifa.
"Kamu sebaiknya keluar dari sini, aku mau ganti baju" ucap Ifa
El tanpa menyahut, dia berbalik, dia meninggalkan tempat nya. El melangkah ke arah pintu kamar Ifa dengan perasaan tidak bisa dijelaskan, pemikiran yang tidak masuk akal tapi nyata adanya.
El meninggalkan kamar Ifa begitu saja, dengan Ar yang langsung mengekor dibelakangnya. sedangkan Ifa, dia keluar dari dalam kamar mandi, setelah kepergian El.
Ifa segera mengganti pakaian yang sudah disiapkan oleh El. dia cepat-cepat sebelum nanti Ar atau El nyelong masuk lagi ke dalam kamar nya. "Ada-ada saja dua pria itu" batin Ifa dengan memakai pakaiannya.