Ifa, menatap Asisten pribadi El yang tengah duduk disofa ruang keluarga dengan tatapan bertanya. dia sudah ada di Mansion Elang sejak kemarin, tapi sampai sekarang tidak ada yang dia kerjakan selain makan, tidur, main ponsel sampai siang ini Ar memanggilnya.
Ar, menatap Ifa dengan tatapan heran, kenapa dia hanya berdiri dan tidak duduk disofa, malah menatapnya dengan tatapan bertanya.
"Kenapa kamu??" tanya Ar ambigu
"Loh, kok kenapa Tuan!!" tanya Ifa dengan bingung
"Maksudnya kenapa kamu tidak duduk disana??" tanya Ar dengan menunjuk sofa yang ada diseberangnya.
"Oh" sahut Ifa ber-O ria
Ifa, melangkah mendekati sofa dengan pelan, dia tidak berani duduk sebelum disuruh. Apalagi, dia dibawa ke Mansion El, sangat jelas untuk mengganti kerugian Mobil yang sudah dia tabrak.
Ifa, mendudukkan dirinya disofa mahal untuk pertama kalinya. dia, merasa nyaman dan merasa senang. Ifa, melompat-lompat dengan duduk disofa, merasakan sofa yang sangat empuk dan nyaman.
"Wah!! enak sekali duduk disini" ucap Ifa tanpa ada rasa jaim sama sekali
Ifa menunjukkan sikap nya yang sangat polos, tapi banyak rahasia yang Ifa sembunyikan didalam dirinya. semua kepolosannya saat ini, bukan seperti yang terlihat.
"Ini, bisa juga dibuat tidur" ucap Ifa lagi dengan merebahkan dirinya disofa
Hah..
Ar mendengus mendengar apa yang dikatakan Ifa, dia bukan dari kalangan orang kaya, hanya saja dia beruntung diasuh dan dibesarkan oleh kedua orang tua El.
Membuatnya ikut adil menikmati kekayaan yang dimiliki keluarga El hingga saat ini. kalau saja keluarga El, tidak memungutnya, mungkin, dia akan sama dengan Ifa sangat norak, katrok dan sangat kampungan.
"Stop!! jangan bertingkah kayak kelinci" ucap Ar dengan malas.
Hehehe
Ifa terkekeh, dia sangat asik menikmati sofa empuk dibawa tubuhnya. sampai dia lupa dengan tujuannya, dipanggil Ar turun menemuinya.
"Ada apa??" tanya Ifa dengan raut wajah sangat polos, membuat Ifa terlihat sangat cantik dan Ar sangat menyadari kecantikan Ifa, hanya saja perempuan didepannya hanya untuk dilihat tidak untuk dimiliki.
"Aku, akan kasih tau kamu semua kerugian yang harus kamu ganti" ucap Ar setelah dia terpesona sesaat dengan kecantikan Ifa yang memang sangat luar biasa.
"Berapa??" tanya Ifa dengan mengedipkan kedua matanya, membuat nya Ar tidak bisa memalingkan wajahnya karena lucunya Ifa.
"Hampir 20 M lebih" sahut Ar dengan gugup, dia ingat perempuan didepannya masa depan Tuan Mudanya.
Hah??
Syet..
Bhukk..
Ifa terkejut bukan main saat mendengar kata 20 M lebih. dia tidak menyangka akan mengganti penyok Mobil sampai ber M-M. bahkan dia saja tidak perna melihat uang puluhan juta, malah M.
Ifa yang terkejut, dia pura-pura pingsan dengan menjulurkan lidah nya dan dua tangan terlentang, seperti orang yang dibaru saja dicekik.
"Ckk!! kamu, sanggup membayarnya??" tanya Ar dengan malas, melihat tingkah konyol Ifa
"Aku mau kejang-kejang" sahut Ifa dengan akan menggerakkan kedua tangannya seolah akan kejang.
"Ibu!!"
"Ayah!!"
"Kirimkan uang pada putri mu, yang teraniaya ini" ucap Ifa tanpa membuka mata indahnya, dengan kejang-kejang
Ar, tidak habis pikir dengan perempuan yang ada didepannya, ada saja tingkah aneh dan konyol nya. Ar, jadi heran, kenapa Tuan Mudanya tertarik dengannya. meskipun Ar tidak bohong kalau Ifa sangat lah cantik.
Huufff..
Ar membuang napas kasar saat, dia hanya mendengar keluhan Ifa pada orang tuanya yang dia tau sudah meninggal dunia saat Ifa baru duduk dibangku kuliah.
"Apa, masih berlanjut drama kamu itu??" tanya Ar dengan malas.
"Tentu saja!! aku, mana mampu mengganti uang 20 M lebih" sahut Ifa dengan menghentikan kejang-kejangnya.
Ifa menegakkan tubuhnya dengan pelan, dia menatap Ar yang menatapnya dengan tatapan lelah. dia berharap Ar akan meringankan bebannya.
"200 ribu masih masuk akal" ucap Ifa
"Biaya ongkos nya saja! tidak boleh 200 Ribu" sahut Ar semakin dibuat kesal Ifa
"Sudah tau! mobil mahal, gimana sih?? mana dibuat jalan-jalan dan terparkir ditepi jalan! yang nabrak, jadinya apes" keluh Ifa
"Suka-suka bos ku dong" sahut Ar
"Lalu, katakan! bagaimana aku melunasinya?? sekarang saja aku tidak punya pekerjaan!!" Ifa mengatakan dengan sangat lemas dan lelah mendengar nominal yang sangat tidak masuk akal.
Ar tersenyum miring mendengar apa yang dikatakan Ifa, perkataan pasrah yang sejak awal ingin Ar dengar dari Ifa tanpa adanya pemaksaan. "Kamu, jadi Asisten pribadi Tuan Erlangga" ucap Ar
Ifa terdiam, dia tidak paham dengan Asisten pribadi El. Ifa jelas tau kalau pria yang ada didepannya, adalah Asisten pribadi El. untuk apa El mencari Asisten yang lain.
"Kamu, hanya menyiapkan pakaian di Mansion, dikantor, saat keluar Mansion, menyiapkan sarapan, bekal ke kantor, menyambutnya pulang, mempersiapkan segala sesuatu yang Tuan Muda Erlangga butuhkan didalam kamar.
Ifa menautkan kedua alisnya saat mendengar semua pekerjaannya. Ifa menjadi bingung, sekarang. Ifa bertanya-tanya pada dirinya, kenapa bukan Ar saja, kenapa harus Ifa, kenapa tidak pelayan yang lainnya.
" Tunggu!!" ucap Ifa
"Tuan kamu, mau cari Asisten atau mencari istri??" tanya Ifa sangat keheranan.
"Istri" batin El yang sejak tadi menguping dan melihat pembicaraan Ar dan Ifa.
"Mungkin merangkap" batin Ar
"Kamu mau tidak??" tanya Ar tanpa basa-basi, dengan Ifa
"Mau" sahut Ifa dengan sangat cepat.
Tentu saja Ifa langsung mau, pasalnya pekerjaan nya mungkin tidak akan sulit, apalagi hanya menyiapkan segala keperluan El.
Ijazah, dengan gelar dokter nya ternyata berakhir menjadi Asisten pribadi orang kaya. cita-citanya, harus kandas, karena kesalahan orang lain.
Andai saja Ifa waktu itu melewati jalan lain, mungkin saja dia tidak akan diserempet, tidak akan menabrak dan tidak akan berakhir menjadi pelayan pribadi seorang pria Arogan dan juga songong.
"Ckk!! sudah, pintar-pintar jadi babu juga" batin Ifa dengan lelah
"Kapan mulai kerjanya??' tanya Ifa dengan tidak bersemangat.
"Emm!! mulai besok, karena hari ini Tuan tidak pulang, mungkin akan pulang besok siang" Ar memberi tau Ifa kebiasaan El. pria yang sejak tadi menguping sudah siap pergi ke Markas, masih betah menguping pembicaraan Ar dan Ifa.
"Katakan semuanya" ucap Ifa
Ar mulai menjelaskan semua kebiasaan, kepribadian El, bakan Ar tidak sukan menjelaskan dengan sangat detail, mulai dari pagi sarapan renda, siang makan berat, malam makan daging wahyu.
Ifa mendengarkan dengan menganggukkan kepalanya, dia tidak ingin melakukan kesalahan lagi, yang membuat Ifa, harus merasakan pahitnya hidup. karena saat ini Ita sudah merasa pahit, kecut bersamaan, pekerjaannya tidak sesuai dengan gelar yang dia punya
"Benar!!" ucap Ifa dengan sangat jelas didengar Ar yang masih menjelakan apa saja tugas nya.
"Apa nya??" tanya Ar menghentikan perkataan nya.
"Kalau Tuan kamu, mencari istri bukan nya Asisten pribadi!! dan aku sebagai Dokter tidak pantas" sahut Ifa dengan sangat tegas.
"Sudah lah jangan banyak drama dengan gelar Dokter kamu" sahut Ar dengan malas.
Hah..
Ifa membuang napas kasar dengan memberikan kode Ar untuk kembali menjelaskan semuanya, dari awal hingga akhir.
Sedangkan Ifa hanya bisa pasrah dengan apa yang akan menjadi tugasnya. Ifa berharap kalau semua penderitaannya akan segera berakhir dan dia segera menemukan pekerjaan yang cocok untuknya.
Tentunya pekerjaan sebagai Dokter seperti gelarnya, bukan menjadi babu yang akan menyulikan hidupnya seperti saat ini.