Ifa menatap dua pria yang ada di seberangnya dengan tatapan malas, Ifa sudah memperbolehkan dua pria yang menjadi penguasa tapi masih ada dibawa kendali perempuan cantik yang kini menatap El dan Ar. Tatapannya sangat menunjukkan kalau saat ini Ifa masih mengingat bau darah dan jari yang dia temukan kemarin. hanya saja Ifa tidak mau membahas karena dia yakin El dan Ar tidak mau mengatakan apa yang dia temukan Ifa yang merasa sangat lelah dengan El dan Ar, dia mengambil sarapannya, tidak peduli dengan Ar dan El yang masih tidak berani untuk sarapan sebelum Ifa menyuruh mereka berdua. Ifa mengambil nasi goreng dengan telur mata sapi dengan saos merah diatas telur, terlihat sangat menggoda, El dan Ar menatap dengan air liur yang ingin menetes. "Sayang! apa aku boleh sarapan??" tanya El den

