24 Berjam-jam kemudian Rock memasuki bar tempat ia dan Davien biasa minum-minum. Meski awalnya Davien sempat marah karena ia telah merayu Celine, tapi akhirnya sahabatnya itu mau menerima hubungan mereka. Davien tampak sudah datang dan duduk di salah satu meja. Rock melangkah ringan ke arahnya. “Kau terlambat,” keluh Davien. “Apakah kau menemui adikku?” Rock duduk, menuang bir, dan menyesapnya pelan. “Berhentilah ingin tahu tentang hubungan kami, Davien. Kau kakaknya, bukan pengasuh.” Davien mendengkus mendengar teguran Rock. “Kau tidak boleh menidurinya, Rock.” “Hei, itu bukan teritorimu,” desis Rock kesal. Meski tidak berniat bercinta dengan Celine sebelum mereka menikah, tapi Rock tetap tidak suka diatur oleh calon kakak iparnya. “Dia adikku.” “Dia sudah dewasa.” Davien mendeng

