25

1097 Words

25 Hari itu, di sela kesibukannya, Celine meluangkan waktu menemani Jane mengepas gaun pengantin sekaligus gaun pengiring pengantinnya. Setelah selesai, keduanya berniat singgah ke sebuah kafe untuk makan siang. Sambil berjalan, Celine menghubungi ponsel Rock. “Halo, Sayang,” sapa Rock. “Hai, Sayang,” balas Celine. Jane di sisinya hanya merengut. Sahabatnya itu jelas sedang berusaha keras menerima kenyataan Celine menjalin hubungan dengan Rock. “Apakah kau sudah makan siang?” “Belum. Aku masih menunggu Davien.” “Baiklah kalau begitu. Aku dan Jane akan makan siang. Sampai jumpa, Sayang.” Celine memutuskan percakapan. Ia dan Jane tiba di depan sebuah kafe. Celine mendorong pintu dan bersiap masuk. Namun seketika ia terpaku. Membisu dengan mata membeliak. Jane menatap heran pada sahab

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD