Pukul lah aku

927 Words
" diam kamu ryan. Tau apa kamu tentang anak itu? Pulang larut malam dan tau nya di pecat dari kerjaan. Dasar anak gak tau di untung." teriak wati di dalam kamar. Nafas nya masih memburu... " mah. Mamah gak seharus nya nyiksa indah seperti itu mah. Kalo indah kenapa kenapa gimana? Mamah mau masuk penjara? "ucap ryan menyadar kan perubahan ibu nya. Pada dasar nya ryan anak baik. Hanya saja keadaan ekonomi keluarga nya yang membuat nya menjadi kakak yang jahat untuk indah. Namun di balik sikap jahat ryan pada indah. Ryan menyayangi indah. Tapi ryan juga tidak bisa menanggung ekonomi keluarga nya saat ini. Ryan keluar dari kamar ibu nya. Berjalan menghampiri indah yang kini tengah duduk di kursi di dalam kamar. Indah tidak sedang menangis seperti yang ryan pikir. Luka luka di wajah indah nampak memilukan. Tapi indah nampak tak merasa kan sakit. " kau juga ingin memukul ku? Kemari lah pukul aku." ucap indah saat melihat kedatangan ryan. Ryan melangkah ke dalam menghampiri indah. Indah segera bangkit berdiri berpegangan pada kursi karna badan nya terasa ngilu. Kaki nya bergetar. " pukul lah. Aku tidak akan melawan. " ucap indah lagi saat sudah bisa berdiri dengan kaki yang bergetar. Luka di sudut bibir mengluar kan banyak darah. Karna luka yang ibu nya berikan kemarin belum kering di tambah tamparan ber tubi tubi yang ibu nya berikan lagi baruSan. " kenapa aku aku harus memukul mu?" tanya ryan tak mengerti dengan sikap adik nya. Se jahat jahat nya ryan pada indah. Ryan belum pernah memukul adik nya itu. " aku di pecat dari pekerjaan. Aku tidak bisa menghasil kan uang untuk membuat kalian semua senang. Marah lah pada ku. Pukul lah aku. Itu akan sedikit membuat kalian senang." ucap indah datar. " jika aku memukul mu. Apa kau akan menangis? Mamah menyiksamu bertubi tubi barusan. Kenapa kau tak menangis?" " apa jika aku menangis akan keluar uang dari mata ku? Apa jika aku menangis mamah akan berhenti menyiksa ku? Yang mamah mau dari ku adalah uang. Bukan air mata ku. " Ryan tak menjawab. Dia keluar dari dari kamar adik nya. Pergi entah kemana. *** Pagi hari Di kediaman alex. " tuan mau sarapan apa? Biar mbok siapin. " tanya mbok darmi lembut. Mbok darmi adalah orang yang menjaga alex dari kecil. Mbok darmi sudah di anggap seperti ibu sendiri oleh alex. Alex bahkan tak mengijin kan mbok darmi mengerjakan pekerjaan rumah karna umur mbok darmi yang sudah tua. Mbok darmi tak punya suami ataupun anak. " gak usah mbok. Nanti aku makan di kantor saja. Ini sudah siang. Aku kesiangan mbok." " ya sudah. Tapi jangan lupa makan ya tuan." ucap mbok darmi lembut sambil mengelus rambut akex sayang. Meski alex sudah berumur tiga puluh delapan tahun. Namun alex tak pernah protes saat mbok darmi masih sering memperlakukan nya seperti anak kecil. " kan aku sudah bilang mbok. Jangan panggil aku tuan lagi. Panggil saja nama ku." " itu panggilan special dari mbok buat tuan ku yang ganteng dan baik hati ini." ucap mbok darmi tersenyum lembut. " baik lah. Terserah mbok saja. Aku berangkat ya mbok." Setelah sampai di kantor alex langsung di sibuk kan dengan pekerjaan nya. To tok tok Suara ketukan pintu ruang kerja alex. " masuk. " sahut yang empunya ruangan. " sore ini ada meeting dengan perusahaan xx pak. " Ucap siska sambil mengulur kan beberapa dokumen yang harus alex tanda tangan ni. " emh. Baik lah. Kau sudah kosong kan jadwal ku untuk siang ini bukan? Ibu ku pasti sudah mengoceh pada mu bukan?." " benar pak. Semalam ibu anda sudah menghubungi saya untuk mengosong kan jadwal anda siang ini." " baik lah. Terimakasih siska." " Sama sama pak. Saya permisi. " *** Di restaurant. " alex. Kenalin ini sinta anak temen mamah. " ucap sarah ibu alex. Alex mengulur kan tangan nya menyalami sinta. " alex" " sinta" " mah aku gak bisa lama lama mah. Ada meeting dengan klien." ucap alex pada mamah nya usai berjabat tangan dengan sinta. " kamu tuh ya. Jarang jarang kita bisa makan bareng. Sekali nya makan bareng mau nya buru buru." " alex banyak kerjaan mah." " alasan. " sarah melirik anak nya tak suka sebelum melanjut kan perkataan yang ingin di sampai kan pada anak nya. " alex, umur mu susah hampir kepala empat. Mamah mau kamu segera menkikah. " " kalo Alex udah siap nikah pasti juga akan nikah mah. Gak usah bahas pernikahan terus." " kapan? Kapan lex.? Udah sekarang mamah gak mau tau. Kamu harus nikah sama sinta secepat nya. Mamah udah bicara kan sama sinta dan sinta setuju. " " mamah apa apa an sih. Kok main atur atur jodoh alex gitu. Aku aja gak kenal sama sinta. Ketemu aja baru sekali ini. " Protes alex pada sang mama. " kamu emang gak kenal sama sinta. Jangan kan sinta. Mana pernah kamu kenalan sama perempuan. Tapi mamah udah kenal sinta. Mamah gak mau dengar alasan kamu lagi lex. Mamah akan atur pernikahan kamu secepat nya. " " terserah." alex bangkit dari duduk nya dan pergi meninggal kan dua wanita di hadapan nya. Alex marah pada ibu nya. Tapi alex lebih benci melihat tatapan sinta yang soerti nya haus akan belaian. Tadi saat alex duduk. Sinta sempat mengusap lutut alex di bawah meja mengguna kan kaki sinta. Bukan hanya sekali bahkan ber kali kali. Namun alex tidak merespon. " perempuan gila. Dari mana mamah dapetin perempuan itu? Bisa bisa nya aku mau di jodoh kan dengan perempuan genit seperti itu." keluh alex saat sudah di dalam mobil.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD