" cari tau tentang gadis tadi. Dia tidak bersalah. Manajer cafe itu tidak punya otak. Memarahi pegawai nya di depan banyak orang." perintah alex pada sekertaris nya.
" baik pak akan saya kerjakan."
" ada jadwal apa lagi hari ini?"
" tidak ada pak. Hari ini bapak bisa pulang lebih awal. "
" emmh. Pergilah "
Sekertaris alex keluar dari ruangan bos nya.
Alex terdiam mengingat kejadian di cafe siang tadi.
Alex masih tidak mengerti, melihat sikap manager cafe yang se mena mena dan melihat indah yang nampak tak membela diri.
Indah. Ya alex mengingat nama itu.
Alex bergegas untuk pulang.
Sebelum itu alex mampir ke ruangan sekertaris nya lebih dulu.
" cari tau secepat nya. Dan beri tahu pada ku informasi apapun yang kau dapat."
" baik pak."
Alex kemudian pulang ke rumah lebih awal hari ini.
Alex merebah kan tubuh nya di ranjang setelah ia selesai membersih kan diri.
Drrtt drrtt drrtt... Drrtt drrtt
Ponsel alex bergetar.
" ya mah, kenapa? " jawab alex
" kamu tuh ya. Di telfon dari kemarin gak di angkat."
" maaf mah, alex banyak meeting mah."
" alasan. Besok mamah mau ketemu di restaurant B. Datang pas makan siang ya. Mama mau bicara."
" bicara sekarang aja kan bisa mah. Kenapa harus nunggu besok?" jawab alex.
Alex tau, jika mamah nya mengajak nya bertemu, pasti yang di bicara kan tidak lain tidak bukan menyuruh nya cepat menikah.
" mamah gak mau tau. Besok mamah tunggu di restaurant B. "
" iya iya. "
Setelah panggilan telfon mamah nya terputus, alex hendak tidur.
Namun ponsel nya kembali begetar.
" ada apa sis."
" maaf pak, ada yang harus saya sampai kan tentang pegawai itu."
" emmh. Katakan lah. "
" dia nama nya indah pak, dia di pecat setelah kejadian tadi siang. Dia berasal dari krluarga biasa. Punya satu kaka bernama ryan. Dia bekerja d club sebagai bartender. Ibu nya bernama wati. Dia ibu rumah tangga biasa. Dan ayah nya bernama bagas. Dia lumpuh permanen akibat kecelakaan. Saat ini indah sedang mencari pekerjaan. Dan saya dengar hanya indah yang menanggung semua biaya hidup mereka. Dan saya menemukan data indah di beberapa rentenir. Dia punya banyak hutang. "
Jelas siska panjang lebar.
Setelah alex menyuruh siska menyelidiki indah, siska segera menghubungi banyak orang untuk mengumpul kan data dan informasi tentang indah.
" rumit sekali hidup nya. " jawab alex mendengar informasi tentang indah.
" lalu apa ada lagi yang harus saya lakukan pak?"
" sutuh orang untuk mengawasi nya. Dan laporkan semua nya kepada ku langsung. Biar aku yang menangani nya." perintah alex pada siska.
" baik pak akan saya sampai kan pada orang ku."
" terimakasih siska."
" sama sama pak. Selamat istirahat. "
Panggilan terputus. Alex bergegas tidur.
***
Di tempat lain, indah masih berjalan menyusuri lorong lorong yang ada di salah satu mall.
Indah tengah mencari pekerjaan di cafe cafe di dalam mall tersebut.
Namun hingga malam tiba, indah tak juga mendapat pekerjaan.
Indah memutuskan untuk pulang.
" dari mana saja kamu?" bentak wati yang melihat anak ny baru pulang di waktu hampir tengah malam.
" mamah belum tidur?" tanya indah.
" mamah tanya, habis keluyuran kemana kamu? Pulang kerja bukan nya pulang ngurusin papah kamu yang lumpuh malah kelayapan gak jelas. "
" indah habis nyari kerjasn mah." jawab indah loyo.
Indah tau setelah ini mamah nya akan Memarahi nya lagi.
" maksud kamu, kamu di pecat? "
" iya mah, ada kecelakaan kecil tadi di cafe. "
" dasar gak berguna. Sudah tau hidup kita makin susah bunkan nya nerima perjodohan yang mamah kasih tau ke kamu, malah kamu milih jalan kamu sendiri yang akhir nya membuat kita semua semakin susah. "
" mah, indah masih dua puluh tahun. Indah masih pengin kerja buat nyenengin papah sama mamah. Kenapa sih mamah gak lihat perjuangan aku mah? Aku gak pernah lihat mamah marahin kak ryan. Bahkan kak ryan gak pernah kasih uang hasil kak ryan kerja ke mamah. Tapi mamah gak pernah menuntut kak Ryan yang aneh aneh. Kenapa cuma indah yang mamah tekan seperti ini. Kalo pun indah harus menikah, indah pengen nikah sama orang yang indah cinta mah. "
" sudah berani ngebantah kamu? Hah? "
Plak plak plak.
Wati kembali tersulut emosi mendengar indah yang membantah nya.
" dasar anak gak tau di untung. "
Bugh bugh bugh...
Bagkan wati kini menginjak punggung indah yang tersungkur di lantai.
Ryan yang baru pulang terkejut dengan tindakan mamah nya yang tengah menyiksa indah.
Meski pun ryan nampak tak perduli pada indah, ryan tetap tak tega melihat indah di siksa seperti itu oleh mamah nya.
" mamah." teriak ryan.
" diam kamu. Kau tak perlu membela anak tak tau di untung ini."
Bugh bugh... Wati kembali menginjak dan menendang indah.
Ryan segera menarik wati menjauh.
Membawa wati masuk ke dalam kamar.
" mamah apa apaan si? Kenapa mamah menyiksa indah seperti itu?" ryan marah.
Baru ksli ini ryan berani marah kepada mamah nya.