Bab 3
Besok paginya, kini arka dan kedua sahabatnya sudah berada di ruang BEM dan beberapa anggota BEM yang lain.
“Serius lo arka bawa cewek di acara pertemuan keluarga lo semalam.” Tanya Daniel.
“Hmm, cuman itu satu-satunya cara buat gue lepas dari tuh cewek gila.” ucap Arka sambil menatap laporan di tangannya.
“Siapa tuh cewek beruntung yang dibawa ketua BEM kita untuk ketemu mamanya.” Kepo Daniel.
Ralat Niel, bukan beruntung tapi sial!”sahut Jeysen.
“Iya sih! salah tuh cewek juga main adu motor dia sama mobil si Arka! Masih untung ganti ruginya jadi pacar pura-pura.” Ujar Daniel masih mempertahankan pendapatnya.
“Kerusakan mobil itu bukan masalah buat gue.” Ujar Arka enteng.
“Orang kaya mah beda! Kalau gitu caranya nih besok besok semua fans ko sengaja tuh nabrak mobil Lo biar bisa dekat sama Lo!” ujar Daniel.
“Gue udah ngasih pelajaran tuh cewek.” Guman Arka.
“Lo kasih pelajaran apa tuh cewek? Gue kira ganti ruginya cuman itu?” Tanya Daniel.
Ucapan Daniel membuat seluruh anggota BEM langsung menatap Arka.
“Jangan bilang Lo make tuh cewek Arka?”
Plaaak
“Kebiasaan Lo yah orang belum jawab Lo asal celetuk, bikin gosip yang nggak jelas aja Lo tentang Arka.” Semprot Jeysen.
“Ya siapa tau kan si Arka pengen coba, mumpung ada ikan asin nya!” Sinin Daniel menatap Jeysen.
“Dia nggak perlu ganti kerusakan mobil gue! Tapi, dia harus nurutin satu permintaan gue.” Ujar Arka.
Semua orang yang berada di ruang BEM memasang kuping mereka baik baik.
Mereka penasaran siapa cewek yang menjadi topik ketiga cowok pupoler di universitas Cakrawala. Dan mereka tidak menyangka ada orang yang berani berurusan dengan ketua BEM mereka.
Namun ada satu mahasiswi yang pernah Arka panggil yang mereka ingat, Natasha.
“Emang apa permintaan Lo.” Tanya Jeysen pada Arka.
Gabriel melirik Jeysen dan Daniel, lalu tersenyum miring.
“Wait, pasti tuh cewek punya saya tarik tersendiri kan yang beda dari para fans Lo! Sehingga seorang Arka hanya memberinya sebuah permintaan.” seru Daniel.
“Apalagi permintaan nya sangat membuat para kaum hawa iri.”
Ucapan Daniel membuat para cewek anggota BEM berbisik bisik, jiwa kepo mereka meronta-ronta.
“Lo pasti tau, dia maba yang pernah gue hukum waktu ospek kemarin.” seru Arka.
“Siapa njirr, Maba yang Lo hukum ospek kemarin banyak, gue lupa siapa siapa.” ucap Daniel kesal.
“Ntar Lo juga tau.” ujar Arka enteng.
Tapi tidak dengan Jeysen, dia menatap penuh arti ke arah Arka.
Dia tau siapa cewek itu, karena hanya ada 2 cewek yang membuat jiwa jiwa ketertarikan seorang Arka muncul.
“Gue nggak inget muka muka yang Lo hukum pas ospek.” ujar Daniel.
“Permintaan Lo tadi apa anjay.” ketus Jeysen.
“Gue yakin Lo pasti tau jey.”
Awas aja Lo sampai baper sendiri, gue nggak tanggung jawab kalau Lo tantrum lagi karena cewek. Ujar Jeysen lalu berjalan keluar ruangan.
“Bisa tutup mulut aja nggak sih Lo.” Arka sambil melempar pulpen ke arah Jeysen.
“Santai bro, gue bercanda.” jawab Jeysen mengacungkan jempolnya.
“Jeysen bang*at, untung aja gue nggak sebut nama tuh cewek, jangan sampai Natasha tau.” Batin Arka.
“Siapa sih Arka.” ketus Daniel yang sudah mati penasaran.
“Lo nggak usah cari tau! Sampai Lo cari tau gue bikin Lo nggak jalan normal lagi.” tegas Arka berjalan keluar.
Sementara Natasha.
Gadis itu tengah sibuk menatap layar hp nya.
Namun dia dibuat terkejut saat ada seseorang yang duduk disampingnya.
“Anj*r Lo bikin gue kaget.” Ketus Natasha.
“Santai dong Bu haji, lagian lu fokus amat sama tuh hp.” ujar Keira.
“Gimana urusan Lo sama kak Arka? Lo udah ganti rugi?” Tanya Keira.
Natasha menghela nafas.
“Tuh cowok nggak mau gue tanggung jawab pake duit. Tapi dia kasih gue satu syarat!”
“Lo nggak disuruh bersihin toilet kampus lagi kan Asha?” tanya Keira.
“Sembarang aja lo.” Gerutu Natasha.
“Tapi yang jelas gue akan selesaiin masalah ini sampai tuntas.”
“Hidup Lo antara sial dan beruntung sih Asha.” ujar Keira.
“Disaat yang lain ngelakuin beribu cara untuk dekat sama kak Arka! Eh Lo nggak perlu effort buat dekat sama ketua BEM kita.”
“Tapi sialnya Lo malah terlibat masalah besar sama kak Arka.”
“Lo mending ubah nih musibah jadi sebuah keberkahan, Lo gebet aja kak Arka mumpung ada kesempatan.” Keira tersenyum penuh makna.
“Dih najis, Sekarang ini gue lagi nyaris cara supaya bisa lepas dari toh cowok, eh Lo malah nyuruh gue gebet tuh cowok songong!”
“Sory, nggak dulu deh, mending gue cari cowo lain daripada sama cowok songong kayak dia.” Natasha dengan ekspresi malasnya.
Tetapi beberapa mahasiswi yang lewat di sekitar mereka menatap lain ke arah mereka.
“Mereka kenapa sih, gue perhatiin dari tadi mata mereka pada juling dah.” kesal Natasha.
“Lo tuh lagi viral, gara gara kemarin kak Arka panggil Lo ke ruang BEM.” ujar Keira.
“Secara tuh ketua BEM kan terkenal cuek dan paling anti sama cewek, hanya kak Daniel dan kak Jeyseng yang akrab sama ketua BEM kita.” Jelas Keira.
Natasha terdiam, masa hanya gara gara ketua BEM manggil dia keruangannya langsung viral, apa kabar kalau mereka tau ketua BEM mereka ngasih dirinya syarat konyol, bisa bisa dia di demo sama fans Arka.
“Woi kampret, kenapa Lo malah bengong!”
“Muka Lo kenapa kayak orang panik.” Ujar Keisha.
“Nggak biasa aja.” elak Natasha.
“Heh heh itu bukannya cewek yang dipanggil kak Arka kemarin ke ruang BEM?” bisik bisik yang terdengar di telinga mereka.
“Dan gosipnya kak Arka ngajak seorang cewek ke acara makan malam keluarganya semalam.”
“Serius lo?” Segerombolan cewek itu menatap kearah Natasha.
“Jangan bilang cewek yang diajak semalam itu, dia?”
“Tuh cewek pasti gatel dan caper sama kak Arka, dia fikir kak Evelyn atau kak Verona kali bisa dekat sama kak Arka.” sambung yang lain.
Natasha mendengar itu terdiam dengan sorot mata tajam, bisa bisanya mereka main fitnah aja tanpa tau permasalahannya.
Keira yang mudah tersulut emosi tidak terima sahabatnya dijelek jelekkan seperti itu.
BRAAK!
Keira memukul meja dihadapannya dengan sangat keras.
“EEHH! APA APAAN SIH!” Salah satu mereka terkejut.
“Lo yang apa apaan! Ngapain Lo gosipin temen gue.”ketus Keira.
“Sini Lo ngomong di depan gue kalau berani.” ucap Keira memajukan badannya.
“Kenapa? Iri Lo sama teman yang dipanggil sama ketua BEM? Mau juga Lo?
“Santai aja kali, bener yaah yang lagi viral itu emang temen lu aja yang gatel.” ujar yang lain menyerang Keira.
“Mulut Lo minta di robek yah.” marah Keira.
“Kei…Keira ngapain sih ladenin mereka.” Natasha menahan Keira.
“Gue harus stelan mulut mereka supaya nggak asal ngomong sha.”
“Udaah nggak perlu” ujar Natasha
“Mending kita pergi aja daripada ladenin omongan nggak jelas mereka buang energi.” Sambung Natasha.
Natasha menarik Keira untuk pergi dari tempat itu
“Awas aja kalau sampai gue dengar Lo semua ngomongin temen gue lagi, gue robek robek mulutu Lo semua.” Tegas Keira kepada mereka semua.
“Keira udaah!” Ucap Natasha
“Huuuuhhh cewe gila, emang cocok kalian temenan.” teriak mereka.
“Iri bilang babu.” balas Keira dan langsung dibekap mulutnya sama Natasha.