Bab 4

1683 Words
BAB 4 4 Hari berlalu, gosip tentang Natasha dan Arka meredam begitu saja. Malam ini Natasha kembali harus menjalankan sandiwaranya dengan Arka Mahendra, karena ulah Mak lampir malam itu membuat mereka melakukan makan malam kembali. Jika rencana Arumi kemarin gagal, kali ini dia kembali beraksi. Arumi memesan secup es krim dan mendekat ke arah Natasha yang berdiri di samping Arka. Arka yang melihat gelagat aneh Arumi, yakin kalau wanita itu pasti merencanakan sesuatu hal kepada Natasha. “Astaga Arumi!” teriak mami Rina terkejut. Bagaimana tidak, Arumi yang pura-pura ingin terjatuh dengan niat es itu akan mengenai Natasha, malah dirinya yang mencium lantai cafe tersebut. “Mama nggak apa-apa?” tanya Arka yang melihat sepatu sang mama terkena tumpahan es krim milik Arumi. “Mama nggak apa-apa kok sayang.” “Tante maaf, sebaiknya sepatu tante langsung di bersihkan sebelum lengket” ucap Natasha. “Kamu benar Asha!” Natasha kembali mendapatkan kesempatan untuk bersikap baik dengan mama Dela. Di toilet, Natasha membantu mama Dela untuk membersihkan sepatu wanita tersebut. Melihat Natasha membersihkan sepatu dia dengan tulus, mama Dela tersenyum tipis. Dia menatap dalam gadis yang sedang membersihkan sepatu nya itu. 'Gadis yang berbeda jauh dengan Arumi.' batin mama Dela. “Tante, sepatunya udah sedikit bersih! Tapi agak basah sedikit tante, maaf” ucap Natasha lembut. “Nggak apa-apa kok Asha! Terima kasih kamu sudah mau membantu tante ya!” ucap mama Dela. “Iya sama-sama tante” jawab Natasha dengan senyuman manisnya. Tak lama Arumi ikut masuk ke dalam toilet tersebut dengan tatapan tajam dia kepada Natasha. “Tante nggak apa-apa kan? Maafin Arumi ya tante. Arumi nggak sengaja buat sepatu tante jadi kotor seperti ini” tanya Arumi. “Nggak apa-apa sayang. Kamu sendiri baik-baik saja kan?” tanya mama Dela. “Aku baik-baik aja kok tante” jawab Arumi. “Eh lo! Gue yakin pasti ini semua gara-gara lo kan!” ucap Arumi ketus. “Pasti lo sengaja mundur tiba-tiba dan membuat gue kaget sampai gue terjatuh kan!” sambung Arumi. Natasha menatap ke arah wanita itu dengan kerutan di kening dia. Natasha merasa kalau gadis yang ingin di jodohkan dengan Arka ini playing victim sekali. “kak Arumi, aku mundur karena kak Arka yang menarik pinggang aku” ucap Natasha dengan senyuman manis. “Dan jangan asal menuduh seseorang kalau tidak ada buktinya ya kak Arumi cantik” sambung Natasha. “Arumi, apa yang diucapkan sama Asha benar! Tante lihat kok kalau Asha tadi nggak ngapa-ngapain” ucap mama Dela. “Tante nggak suka ya kamu bersikap seperti itu! Disini yang salah bukan Asha, tapi tante” sambung mama Dela. “Dan untuk keputusan perjodohan ini mama Tante serahin sama Arka ...” “Asha kita balik lagi ke meja yuk, kamu juga yuk Arumi,” ucap mama Dela sebelum meninggalkan mereka berdua. Ketika Natasha ingin menyusul, tangan gadis itu langsung ditahan oleh Arumi dengan kuat. “Mau ke mana lo hal?” ucap Arumi dengan tatapan tajam. “Ya gue mau balik ke depanlah! Ngapain gue di dalam toilet bareng Mak lampir kayak lo ini,” ucap Natasha ketus dengan senyuman miring di bibirnya. “Owh jadi ternyata lo pura-pura baik di depan tante Dela dan Arka sama gue ya! Ternyata aslinya seperti ini,” ucap Arumi sinis. “Udah mending lo lepasin tangan gue deh! Mana asli gue seperti apa bukan urusan lo juga kan!” ucap Natasha menghempaskan tangan Arumi. “Mending lo ubah dulu penampilan lo sebelum ngejar kak Arkal!” ucap Natasha sebelum pergi. “Kurang ajar! Bisa-bisanya tu cewek alay ngata-ngatain gue kayak gitu!” gumam Arumi dengan sangat kesal sekali. “Awas aja, malam ini lo bisa ambil perhatian tante Dela lagi! Tapi lo liat, gue akan buat tante Dela benci sama lo dan nggak sudi anaknya sama cewek alay!” tatapan mata Arumi sangat menyiratkan kebencian. Saat berada di depan, Arka menatap ke arah Natasha yang dengan begitu mudah mendapatkan respek dari mamanya. Sudah dua kali pertemuan dengan sang mama, Natasha berhasil memanfaatkan pertemuan itu. “Mama nggak apa-apa kan?” tanya Arka. “Mama nggak papa sayang! Kotor sedikit aja kok sepatu mama,” ucap mama Dela. “Jeng Dela beneran nggak papa?” tanya mami Rina. “Nggak apa-apa kok jeng! Kotor sedikit saja tadi,” ucap mama Dela. “Sayang kamu nggak ada terkena kan?” tanya Arka memutar tubuh Natasha. “Kak Arka!” “Kakak Arka sayang, aku nggak apa-apa dan baik-baik aja kok,” ucap Natasha dengan senyuman manis dan wajah imutnya. “Kamu serius?” ucap Arka. “Iya kak! Aku baik-baik aja dan nggak apa-apa. Seharusnya kamu itu khawatir sama mama kamu.” ujar Natasha. “Aku juga khawatir sama mama sayang, tapi aku lebih khawatir sama kamu,” ucap Arka. Mereka memerankan drama yang sangat apik sekali. Sampai-sampai mami Rina menatap tajam ke arah mereka berdua. Namun mama Dela tersenyum sangat tipis sekali melihat sikap perhatian putranya kepada gadis yang diakui dia pacarnya. Melihat wajah Arumi yang balik dari toilet bertekuk seperti itu, membuat mami Rina jadi merasa malu terhadap mama Dela dan Arka. Apalagi saat ini ada gadis lain di antara mereka berempat. Arumi sudah dua kali membuat kesalahan di hadapan mama Dela dan Arka. “Ya sudah lebih baik kita makan dulu yuk! Untuk masalah Arka dan Arumi setelah ini kita bahas,” ucap mama Dela. Ketika mereka semua makan, Natasha memainkan peran dia dengan baik. Bagaimana tidak, gadis itu mengambil makanan untuk Arka dan bersikap sangat romantis dengan cowok itu. Begitu sebaliknya dengan Arka, sesekali dia menyuapkan Natasha makanan dan membersihkan sisa makanan yang menempel di bibir gadis itu. Rasanya Arumi ingin melempar Natasha dengan sendok garpu yang berada di tangan dia. Sedangkan mama Dela hanya bisa menghela napas dia melihat putra dia dan gadis yang dibawa oleh Arka dalam pertemuan ulang ini. Setelah mereka selesai makan, mami Rina langsung saja menanyakan kepada mama Dela tentang perjodohan antara Arka dengan putrinya Arumi. “Maaf tante Rina sebelumnya, tapi perjanjian mama sama Arka, akan membatalkan perjodohan ini jika Arka bisa membawa pacar aku ke hadapan mama.” ucap Arka. “Gimana ini jeng Dela! Perjanjian kita bukan seperti itu,” ucap mami Rina tidak terima. “Kalau begini sama saja kalian mempermainkan putri saya! Saya tidak terima akan hal ini!” sambung mami Rina. “Tenang dulu jeng Rina, kita bisa bicarakan hal ini kembali,” ucap mama Dela. “Nggak bisa! Pokoknya perjodohan aku sama Arka nggak boleh batal! Aku mau tante Dela minta Arka untuk mutusin tu cewek,” ucap Arumi ketus. “Siapa elo ngatur-ngatur hidup gue ha!” bentak Arumi. “Sudah Arumi, Arka kalian tenang! Untuk saat ini mama tidak akan membatalkan perjodohan kalian, tapi” ucap mama Dela. “Tapi apa tante?” tanya Arumi. “Mam,” ucap Arka. “Tapi kalau Natasha bisa menunjukkan sikap serius dengan Arka dan tulus dengan putra mama, mama akan membatalkan perjodohan kalian berdua,” ucap mama Dela “Jadi Arumi, kamu dan Natasha harus berusaha menunjukkan sikap keseriusan kalian terhadap Arka,” sambung mama Dela. Seketika wajah Natasha berubah menjadi sangat shock sekali. Kenapa malah jadi seperti ini! Natasha mencubit lengan Arka dan melirik tajam cowok itu. “Mama apa-apa sih! Nggak ada persaingan di sini! Sampai kapan pun aku akan tetap memilih Asha,” ucap Arka. Arumi menatap tajam ke arah Natasha. 'Lo lihat aja cewek alay! Gue yang bakalan ada di samping Arka’' batin Arumi. “Okey, Arumi terima!” ucap Arumi. “Kamu nggak bisa menolak lagi Arka! Kita lihat siapa cewek yang benar-benar tulus untuk menjadi pendamping hidup kamu,” ujar Arumi. “Lo ambil dah ni cowok! Gue juga ogah!” ucap Natasha lirih dan mulai tampak kesal. “Bagaimana Asha? Apa kamu tidak keberatan kalau tante ingin melihat keseriusan kamu terhadap Arka?” tanya mama Dela menatap Natasha dengan serius. Natasha terdiam untuk sesaat dan menatap ke arah Arka. Dia seperti meminta tolong cowok itu. “Asha sebenarnya...” ucapan Natasha langsung saja dipotong oleh Arka. “Okey! Asha nggak keberatan kok, mam! Karena Arka yakin Asha serius sama Arka,” ucap Arkal, yang langsung mendapatkan lirikan tajam dari Natasha. “Benar begitu Asha.” tanya mama Adel. “Alah bilang aja lo deketin Arka hanya karena hartanya kan! Secara wajah-wajah lo ini kelihatan banget matrenya,” ujar Arumi. “Okey tante, Asha siap untuk membuktikan kepada tante,” ucap Natasha dengan tegas. Tujuan dia untuk mengikuti drama ini adalah bukan untuk Arka, tapi untuk membuat wanita yang ada di hadapan dia itu tahu sedang main-main dengan siapa. 'Kita lihat aja tante-tante! Gue akan buat lo menyesal sudah main-main sama gue!' batin Natasha dengan tatapan sinis ke arah Arumi. Arka terkejut mendengarkan jawaban dari gadis itu. Dia mengira kalau Natasha akan menolak permintaan mamanya itu, tapi ternyata dugaan Arka salah. Setelah acara makan malam itu selesai, Arkal dan Natasha sudah berada di parkiran. “Arka, anterin aku pulang dong! Aku takut nih pulang sendirian,” ucap Arumi dengan manja. "Lo kan bawa mobil sendiri! Ngapain minta anterin sama gue!" ucap Arka ketus. "Lagian lo nggak lihat gue kesini tadi sama siapa" sambung Arka dengan tatapan sinis. "Ih!! Kamu mah gitu! Dulu aja setiap aku minta di anterin kemana pun kamu mau" ucap Arumi. "Mimpi lo di siang bolong! Sejak kapan gue mau nganterin lo kemana pun!" bantah Arka Langsung. Membuat Natasha tersenyum tipis ke arah wanita itu. 'Ada modelan cewek kayak gini ya! Gue kira cuma kak Evelyn aja' batin Natasha. "Sayang kamu masuk aja ke dalam mobil, nggak usah di dengerin ni cewek" ucap Arka membukakan pintu mobil untuk Natasha. Kemudian Arka langsung meninggalkan Arumi begitu saja, dan menancap gas mobil dia. "Arghh!! Dasar cewek alay! Kampungan! Nggak tau malu!" teriak Arumi. "Arumi! Kamu ngapain teriak-teriak kayak gitu! Bikin malu aja" ujar mami Rina dari belakang. "Sudah kamu tidak perlu emosi hadapi gadis itu, mami akan kasih dia pelajaran supaya menjauh dari Arka" sambung mami Rina. "Mami serius?" tanya Arumi. "Ya serius lah! Hanya dengan cara ini perusahaan kita dapat bangkit kembali" ujar mami Rina. Arumi seketika langsung tersenyum bahagia, tapi sorotan mata wanita itu masih dipenuhi dengan kebencian.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD