“Kak, berhenti di depan gang sana ya” ucap Natasha
“Lo mau ngapain? Nggak usah aneh-aneh lo minta gue berhenti segala!” ucap Arka ketus.
“Ngga usah banyak tanya! kata gue berhenti ya berhenti lo!” ucap Natasha.
“Ngga! Gue nggak mau ya disalahin sama orang lain karena kelakuan lo itu” ucap Arka.
Natasha menatap kesal ke arah cowok yang berada di samping dirinya. Padahal dia sudah mengikuti permintaan cowok itu, bahkan Natasha memainkan peran dia dengan sangat baik sekali.
“Gue bisa pulang sendiri” ucap Natasha
“Udah mending sekarang lo berhenti! Lo denger gue ngomong nggak sih kak!” ujar Natasha yang sudah memasang wajah sinis dia.
Tapi percuma saja, karena Arka tidak akan mendengarkan permintaan dia. Tidak ada dalam kamus seorang Arka mengikuti perintah seorang wanita. Apalagi bocah seperti Natasha.
“Wah budeg ni orang kayaknya” gumam Natasha.
Bukan Natasha namanya kalau bukan gadis yang tidak bisa berbuat hal yang nekat.
Natasha langsung saja menarik rem tangan mobil Arka yang membuat cowok itu sangat terkejut sekali.
Membuat beberapa pengendara lain yang berada di belakang mereka juga hampir saja menabrak mobil milik Arka.
“Gila lo ya! Lo pikir nggak bahaya apa buat orang lain!” bentak Arka kepada Natasha.
“Kalau lo belum tau gue siapa, mending lo nggak usah mancing-mancing gue! Mending lo buka kunci pintunya sekarang juga atau nggak mereka yang lain akan ngamuk sama lo” ujar Natasha dengan tatapan tajam dia.
“Gue nggak bakal buka pintu mobil ini!”
“Gila lo jangan lo tunjukkin sama gue!” wajah Arka menahan emosi.
TIN!! TIN!!
Arka terkejut dan langsung saja menancap gas mobil dia dari sana, “Lihat dampak dari perbuatan lo tadi!” gumam Arka dengan tatapan kesal dia.
Natasha menatap tajam ke arah cowok itu, dia tidak habis fikir kenapa bisa berurusan dengan cowok modelan seperti Arka.
‘Ini yang di kagumi sama semua mahasiswi di kampus! Mata mereka sakit kali!’ batin Natasha.
“Nggak usah liatin gue kayak gitu! Gue nggak akan tanggung jawab kalau mata lo lepas!”
Natasha berdecak kesal dan melipat kedua tangan dia di d**a. “Kenapa sih milih gue jadi pacar pura-pura lo? Padahal setau gue banyak banget cewek di luar sana, terutama di kampus kita yang mau jadi pacar lo kak!”
“Ck! Mereka semua buat hidup gue jadi ribet!” ujar Arka.
“Mereka bukan-nya membuat masalah gue selesai, tapi yang ada mereka akan membuat masalah gue bertambah!”
“Kenapa gue milih lo?”
“Itu karena gue lihat lo seperti-nya cewek yang susah tertarik sama seorang cowok! Jadi gue fikir lo nggak bakalan baper sama gue kan!” Arka menatap sekilas Natasha.
“Lo fikir gue lesbi apa!” ujar Natasha kesal.
“Gue nggak butuh penjelasan lo!”
***
Keesokan paginya Natasha kali ini pergi ke kampus diantar oleh sopir pribadi dia. Karena kakaknya yang cepu sama maminya. Natasha tidak boleh lagi bawa si Hitam pergi ke kampus.
“Non Asha nanti pulang kuliahnya jam berapa?” tanya pak Joni
“Asha pulang bareng Keira aja nanti pak! Jadi pak Joni nggak usah jemput Asha” ujar Natasha.
“Si Hitam pake acara masuk bengkel lagi.”
Pak Joni hanya bisa tersenyum saja menanggapi ucapan putri majikannya itu. Natasha memang susah untuk diatur, tapi sifat dia sangat jauh berbeda dengan kakaknya, Evelyn.
“Pak nanti berhenti di depan gerbang aja ya! Asha nggak mau jadi pusat perhatian yang lain. Soalnya kak Evelyn nggak mau yang lain tau kalau Asha adeknya” ucap Natasha.
“Baik non Asha” ujar pak Joni.
Tak lama Natasha sudah sampai di depan pintu gerbang kampus dia, “Asha kuliah dulu ya pak, bye-bye” ucap Natasha dengan ceria.
“Non Asha... non Asha! Selalu saja bisa membuat orang lain ikutan ceria dengan sikapnya itu” gumam pak Joni.
Waktu Natasha berjalan menuju ke dalam gedung kampus tersebut, Natasha hampir saja ditabrak oleh seseorang.
TIN TIN!!
Tapi Natasha tidak tau kalau orang di dalam mobil tersebut adalah orang yang sangat dia kenal sekali.
“Sialan nih orang, bukannya turun malah duduk cantik aja di dalam mobil!” gumam Natasha kesal.
Kemudian dia menghampiri dan mengetuk kaca mobil tersebut dengan keras. “Keluar lo! Bisa bawa mobil nggak sih!” ucap Natasha ketus.
Semua mahasiswa yang melihat hal itu menatap ke arah Natasha.
Dengan santainya Arka keluar dari mobil tersebut dan berdiri di hadapan Natasha dengan tatapan dingin dia.
“Wah jadi ternyata elo yang bawa mobil ini!” ujar Natasha.
“Emang dasar lo cowok paling songong di kampus ini ya! Bisa bisanya habis buat orang hampir celaka malah diam kayak gini!” sambung Natasha
“Minta maaf! Bisa kan ngomong kata-kata maaf!” Natasha menatap Arka dengan tajam sekali.
“Udah selesai? Atau lo mau sambung lagu lagi?” tanya Arka.
“Wah songong banget lo ya” ucap Natasha sambil tersenyum tipis.
Melihat tatapan mereka semua pada dirinya, Natasha berusaha untuk bersabar dan mengalah aja sama cowok di hadapan dia itu.
“Kali ini gue maafin lo! Untung lo ketua BEM disini kalau nggak gue nggak akan tinggal diam aja!” ujar Natasha sebelum pergi dari sana.
Gabriel menyenderkan tubuhnya sambil menatap Azalea. Tetapi siapa yang sangka kalau cowok itu sempat tersenyum tipis...
“Woy cok lo ngapain malah parkir disini anjir!” ucap Jeysen yang menghentikan mobil dia di samping mobil Arka.
Tapi pertanyaan dia tidak dijawab oleh Arka. Cowok itu malah masuk ke dalam mobilnya dan menancap gas mobilnya itu.
Membuat Jeysen kesal dengan sikap sahabatnya itu. Pagi-pagi iman dia sudah di uji oleh Arka.
Kejadian antara Natasha dan Arka tadi tidak lepas dari pendengaran Evelyn. Gadis itu mengepalkan tangan dia dengan kuat saat mendengar kalau adiknya caper terhadap Arka
Dan kejadian itu juga membuat rumor tentang Natasha cewek yang dibawa Arka dalam pertemuan makan malam dengan keluarganya langsung terbantahkan.
Apalagi melihat Natasha berani membentak Arka di hadapan mereka semua seperti tadi.
“Adek lo tu Lyn, mau jadi saingan elo untuk dapetin si Arka.” ucap Gaby, teman Evelyn.
“Nggak akan tu anak gue biarin caper sama Arka! Lihat aja, gue akan buat hidup dia makin tertekan di mansion” gumam Evelyn.
“Cabut!” ucap Evelyn.
Sedangkan Arka yang sudah berada di parkiran mobil menatap ke arah Jeysen dan Daniel dengan datar sekali.
“Bagus lo ya orang nanya lo malah pergi kayak gitu aja” ujar Jeysen kesal.
“Bisa diam nggak sih lo! Gue males dengerin ocehan lo yang nggak bermutu itu” ucap Arka ketus.
“Kenapa lo pagi-pagi udah sewot kayak gitu” ucap Daniel heran.
Arka bertambah badmood saat seorang wanita menghampiri dirinya dengan ceritanya.
“Pagi Arka. ucap Evelyn dengan senyuman manisnya.
“Cabut” ucap Arka kepada Jeysen dan Daniel.
“Arka tunggu!” ucap Evelyn dengan kesalnya.
“Udah mending lo nggak usah ngejar-ngejar Arka lagi tuh anak sampai kapan pun nggak akan pernah suka sama lo” ucap Jeysen dengan senyuman miring di wajah.
Kemudian Jeysen langsung menyusul Arka dan Daniel yang sudah lebih dahulu meninggalkan tempat itu.
“Gue nggak ngomong sama lo!” teriak Evelyn kesal.
“Ih!! Kenapa Arka terus aja cuek sama gue sih! Apa kurang gue emangnya!” ujar Evelyn.
“Ini pasti karena adek lo Lyn! Lo harus kasih tu bocah pelajaran!” ujar Gaby.
“Lo benar! Pasti karena tu anak Arka jadi jutek banget sama gue pagi ini!” ucap Evelyn dengan tatapan tajam dia.
“Sekarang kita cari tu anak! Gue mau dia nggak usah caper sama Arka dan harus tau diri siapa dia di kampus ini!” sambung Evelyn.