Bab 8

1311 Words
Sore harinya Natasha yang sudah selesai kelas dia untuk hari ini malas sekali untuk bertemu dengan Arka. Tapi dia juga takut kalau cowok itu bakalan ngelakuin hal yang aneh kepada dirinya. "Kenapa sih gue harus berurusan sama cowok itu!" batin Natasha kesal. "Yok Asha! Tadi katanya lo mau pulang bareng gue kan" ucap Keira. Natasha tersenyum kikuk, kenapa dia bisa lupa kalau udah janjian dengan Keira akan pulang bareng tadi pagi. "Hmm... Kei! Kayaknya gue nggak jadi pulang bareng lo deh. Mami tadi ngasih tau kalau pak Joni bakalan jemput gue" ucap Natasha. "Tapi gue belum lihat tanda-tanda pak Joni muncul di kampus ini!" ujar Keira sambil mencari keberadaan sopir pribadi Natasha itu. "Pak Joni emang belum sampai Kei! Tadi dia ngasih tau gue lagi kejebak macet! Makanya sorry ya gue nggak jadi pulang bareng lo" ucap Natasha. "Yaelah! Padahal gue mau ngajak lo pergi ke mall dulu sebentar!" ucap Keira. "Tapi ya udah lah nggak apa-apa! Mau gimana lagi kalau pak Joni udah jalan ke sini" sambung Keira. Kemudian Gadis itu malah mencari tempat duduk. Membuat Natasha bingung kenapa Keira bukannya pulang tapi malah duduk. "Lo ngapain malah duduk di situ Kei? Nggak pulang lo emang?" tanya Keira dengan tatapan seriusnya. "Entar! Gue mau nemenin lo nungguin pak Joni! Biasanya kayak gitu kan" ujar Natasha dengan santai. Azalea memalingkan wajah dia dan untuk kedua kalinya lupa dengan kebiasaan dia itu. Natasha selalu meminta Keira untuk menemani dirinya kalau pak Joni jemput dia terlambat. "Kali ini lo nggak papa kok nggak nemenin gue Kei! Paling juga pak Joni bentar lagi sampai kok" ucap Natasha. "Udah lo mending pulang gih! Katanya lo tadi mau ke mall kan! Nanti kejebak macet kayak pak Joni loh" sambung Natasha. Tentu saja hal itu langsung membuat tatapan sipit Keira ke arah gadis itu, Keira berdiri dari duduknya dan menatap Natasha penuh selidik. "Lo nggak lagi nyembunyiin sesuatu hal dari gue kan Asha?" tanya Keira. "Karena bukan lo banget tau nggak sekarang ini!" sambung Keira. "Stress lo! Ngapain juga gue nyembunyiin sesuatu hal dari lo! Nggak ada gunanya juga" ujar Natasha berusaha untuk bersikap sebisa mungkin. "Gue ya tetap gue lah! Orang gue takut pak Joni bakalan lama atau bentar lagi sampainya!" sambung Natasha. "Lagian lo ada urusan kan! Ya Kali gue mentingin ego gue nyuruh lo nemenin gue disini!" Natasha menatap kesal ke arah Keira. "Awas aja kalau lo nyembunyiin sesuatu hal dari gue!" ancam Keira. "Ya udah gue duluan! Lo hati-hati" ujar Keira dan langsung berjalan ke arah parkiran. Natasha menghela nafas dia lega, "Untung aja si Keira percaya sama omongan gue! Kalau nggak mampus gue!" gumam Natasha. "Ini karena tu cowok songong! Hidup gue jadi susah sejak berurusan sama dia!" Natasha mengepalkan kedua tangannya kesal. Melihat kalau Natasha sudah pergi dan situasi aman, Natasha langsung saja berjalan menuju ke parkiran. Tapi satu yang saat ini membuat Natasha bertambah kesal. Dia tidak tau dimana mobil Arka terparkir. "Dimana sih mobil tu cowok songong!" ucap Natasha kesal. "Dia pikir gue kurang kerjaan apa cari-cari mobil dia di tempat parkiran seluas ini" sambung Natasha. Saat dia tengah kebingungan, tiba-tiba ponsel Natasha berbunyi dan menampil nama cowok ganteng. "Halo! Lo dimana? Lo nggak lupa kan sama ucapan gue tadi!" ucap Arka dengan ketus saat Natasha baru menjawab panggilan telepon dia. Natasha menjauhkan ponsel tersebut dan memutar malas bola matanya mendengar ocehan cowok itu. "Seharusnya gue yang nanya lo dimana! Gue udah di parkiran ini, tapi gue nggak tau dimana mobil lo parkir" ucap Natasha. "Makanya kalau nggak tau telpon gue apa susahnya sih! Udah lo tunggu di pintu masuk parkiran! Gue kesana" ucap Arka dan langsung mematikan sambungan telepon begitu saja. "Gue pites-pites juga ni cowok lama-lama!" gumam Azalea kesal sambil meremas ponselnya. Tanpa menunggu lama, mobil Arka pun sudah terlihat oleh Natasha melaju ke arah dirinya. "Lama banget!" gumam Natasha kesal. "Masuk!" ujar Arka saat mobil dia berhenti pas di samping Natasha Dan dengan cepat gadis itu masuk ke dalam mobil Arka. Arka menancap gas mobil dia meninggalkan area kampus dengan kecepatan sedikit tinggi. Serta beberapa mahasiswa yang melihat Natasha masuk ke dalam mobil ketua BEM itu mulai bertanya-tanya. "Gue yakin pasti ada sesuatu yang terjadi antara mereka berdua! Kalau nggak, ngapain si Arka nyuruh lo untuk mencari informasi tentang anak itu Jey" ucap Daniel menatap mobil Arka yang mulai menghilang. "Lo bener Niel! Tapi kalau gue liat-liat tu cewek beda dari cewek-cewek yang caper sama Arka selama ini" ucap Jeysen. "Lo udah dapat informasi tentang anak itu Jeysen?" tanya Deniel yang langsung di anggukan oleh Jeysen. "Arka minta kita ketemu sama dia nanti di tempat latihan" ucap Jeysen "Gue yakin lo atau pun Arka akan kaget mengetahui siapa gadis itu sebenarnya" sambung Jeysen. "Memangnya tu anak siapa Jey? Lo jangan buat gue mati penasaran ya" ujar Daniel menatap serius sahabatnya itu. "Nanti lo bakalan tau! Sekarang mending kita cabut dari kampus" ucap Jeysen masuk ke dalam mobil dia. "Gue tau apa tujuan Lo nyuruh gue untuk cari data dia Arka!" bathin Jeysen. Sedangkan Evelyn dan Gaby yang melihat Natasha masuk ke dalam mobil Arka mengepalkan tangan dia kuat. Tatapan mata Evelyn menyorotkan kemarahan yang sangat besar kepada adiknya itu. "Kurang ajar tu anak! Dia pikir gue main-main sama ancaman terhadap dia tadi! Lo lihat apa yang bisa gue lakuin untuk ngasih lo pelajaran Asha!" gumam Evelyn. "Lo ikut sama gue!" ucap Evelyn kepada Gaby. Sementara, Natasha yang sejak tadi hanya diam dan melirik sinis Arka tidak ingin berbicara dengan cowok itu. Sampai Arka yang membuka pembicaraan di antara mereka berdua. "Mama mau ketemu sama lo! Dia mau ngomong berdua sama lo" ucap Arka yang masih fokus menyetir mobil. Natasha menatap ke arah Arka "Mau ngapain mama lo ketemu sama gue kak? Urusan kita kan udah selesai tadi malam" ujar Natasha. "Lo cuma minta gue jadi pacar pura-pura lo untuk acara makan malam keluarga aja kan!" sambung Natasha. Arka tiba-tiba menghentikan mobil dia, dan mengambil sesuatu dari kursi belakang mobil tersebut. Tentu saja hal itu membuat Natasha terkejut dan menatap bingung. "Lo ngapain berhenti!?" Arka memberikan sebuah map kepada Natasha. Membuat wajah gadis itu semakin bingung dengan kening yang sudah berkerut. "Ini apaan? Ngapain lo kasih ke gue?" tanya Natasha menatap map tersebut. "Lo buka dan baca aja dulu" ucap Arka santai. Natasha langsung saja membuka map tersebut dan mengeluarkan sebuah kertas yang ada di dalam. Natasha mulai membaca isi kertas tersebut secara perlahan-lahan. Tatapan dan ekspresi wajah dia seketika langsung berubah saat tau maksud dari surat tersebut. "Apa-apaan lo kak! Nggak ada ya kayak gini kayak gini segala!" ucap Natasha ketus dengan tatapan mata tajamnya. "Lo udah terlambat Asha! Lo udah masuk ke dalam keluarga gue dan lingkaran perjodohan gue dengan Arumi" ucap Arka "Jadi lo nggak ada pilihan lain, selain menandatangani surat kontrak tersebut" sambung Arka "Gila lo! Ini namanya lo manfaatin gue!" ucap Natasha mulai emosi. "Gue udah ngikutin permintaan lo kemarin ya! Jangan lo pikir gue sekarang bisa lo tindas karena kesalahan gue itu" sambung Azalea menggebu-gebu. "Dan lo pikir gue cewek apaan mau jadi pacar kontrak lo sampai tante Dela membatalkan perjodohan lo sama tu tante-tante!" "Stress ni cowok!" Natasha menggelengkan kepala dia tidak habis pikir dengan cowok di samping dia itu. Surat tersebut adalah kontrak perjanjian untuk Natasha setuju menjadi pacar pura-pura Arka sampai mama Dela membatalkan perjodohan dia dengan Arumi. "Lo buka kunci pintu mobilnya! Gue mau turun!" ucap Natasha. "Gue bakalan jelasin sama tante Dela semuanya nanti, jadi lo bisa cari cewek lain untuk dijadiin pacar kontrak lo itu!" sambung Natasha dengan wajah yang sudah sangat emosi. "Nggak! Gue nggak akan buka kunci pintu mobil ini sampai lo mau tandatangani surat itu!" ucap Arka dengan tegas. "Pilihan ada sama Lo Asha! Lo mau pura-pura menjadi pacar gue! Atau gue bakalan bilang sama satu kampus kalau lo pernah maksa gue untuk jadi pacar lo!" Arka menatap Natasha dengan senyuman tipis di bibirnya. "Hah! Gila lo ya!" ujar Natasha benar-benar shock.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD