Bab 7

1144 Words
Natasha terkejut saat melihat siapa yang masuk ke dalam toilet tersebut. Sangking shock-nya, Natasha sampai memundurkan sedikit tubuh dia. "Siapa orang yang lo sebut gila tadi?" tanya Arka. "Lo ngapain masuk ke dalam toilet cewek kak! Jangan macam-macam lo ya sama gue! Gue nggak takut sama lo yah!" ucap Natasha ketus dengan tatapan tajam dia. Tapi Arka hanya menanggapi ucapan gadis itu dengan senyuman tipis di kedua sudut bibirnya. Arka semakin mendekat ke arah Natasha secara perlahan. "Gue bisa teriak ya! Biar semua orang tau gimana kelakuan ketua BEM idola mereka semua" ancam Natasha. Bahkan gadis itu sudah memasang kuda-kuda untuk menyerang Arka saat dia inginkan. "Lo pake ini!" ucap Arka sambil memberikan sebuah jaket kepada Natasha. Membuat Natasha langsung mengerutkan kening dia dan melepas kuda-kudanya. "Makanya nggak usah ke GR-an lo jadi cewek! Siapa juga yang mau macam-macam sama lo! Nggak tertarik gue sama tubuh mungil lo itu" ucap Arka. "Sialan lo! Nggak tertarik sama gue tapi minta gue jadi pacar pura-pura lo!" ucap Natasha kesal. "Udah gue nggak perlu jaket lo ini! Gue mending pakai baju ini dari pada kena serang sama fans lo lagi!" sambung Natasha. "Owh ya udah kalau lo nggak mau! Orang niat gue baik kok, gue nggak mau aja sampai lo di bully sama yang lain lagi karena penampilan lo ini!" ucap Arka. "Jangan nambah-nambah kerjaan gue sebagai ketua BEM di kampus ini lo!" sambung Arka yang masih memberikan jaket itu kepada Natasha. "Ini semua gara-gara lo juga ya! Kalau aja lo nggak hampir nabrak gue tadi pagi, nggak bakalan gue di serang sama fans bar-bar lo itu!" ucap Natasha ketus. "Lagian apa susahnya sih lo buat minta maaf sama gue tadi!” "Mau ngapain lagi lo? Gue udah nggak ada urusan sama lo ya" ucap Natasha. "Mama minta gue bawa lo ke mansion! Siapa suruh lo nerima tantangan dari mama semalam" ujar Arka. "Gue tunggu lo sampai jam empat! Kalau lo nggak muncul juga gue bakalan cari lo sampai ketemu!" sambung Arka dan langsung meninggalkan toilet tersebut. Saat ini wajah Natasha benar-benar tampak sangat kesal sekali dengan si Ketua BEM itu. "Kak Arka" ucap Keira yang terkejut saat melihat cowok itu keluar dari arah toilet cewek. Keira tau kalau Natasha juga berada di dalam toilet itu saat ini. "Kenapa wajah lo kaget kayak gitu?" tanya Arka dengan tatapan datar dia ke arah Keira. "Kak Arka kok bisa..." ucap Keira langsung saja di potong oleh Arka dengan sangat ketus sekali. "Nggak usah mikir aneh-aneh lo! Mending lo minggir, gue mau lewat" ucap Arka. Membuat Keira langsung saja memberikan jalan untuk ketua BEM itu. Namun wajah Keira masih bingung dan otak dia dipenuhi oleh banyak pertanyaan dan dugaan. "Gue harus cek Asha di dalam" ujar Keira yang langsung masuk ke dalam toilet tersebut. "Asha" ucap Keira yang masuk ke dalam toilet tersebut terburu-buru. "Lo kenapa Kei?" tanya Natasha yang terkejut melihat sahabatnya itu masuk seperti itu ke dalam toilet. Keira menatap ke arah Natasha dan menunjuk jaket yang dipakai oleh gadis itu, "Jaket punya siapa ni" tanya Keira. "Hah! Jaket?" ujar Natasha bingung. "Iya jaket yang lu pakek ini punya siapa dodol? Perasaan lo ke kampus tadi nggak bawa jaket dah" ucap Keira. Tatapan gadis itu sangat penuh selidik menatap Natasha. “Masa lo nggak ingat sih! Tadi kan gue ke kampus bawa jaket, lupa lo ya?” ujar Natasha dengan senyuman tipis. “Nggak usah bohongi gue lo! Akting lo dalam berbohong jelek!” ucap Natasha. “Ini pasti jaket milik kak Arka kan? Ngaku aja lo sama gue,” sambung Keira Natasha terdiam dan bingung menjawab pertanyaan sahabatnya itu. Tapi tidak mungkin dia mengatakan kalau jaket ini memang pemberian dari cowok songong itu. “Nggak usah ngaco lo! Lagian ngapain juga tu cowok ngasih gue jaket segala,” ucap Natasha “Orang dia nggak ada di sini kan! Dan juga dia yang udah buat fans bar-barnya itu nyerang gue kayak tadi,” sambung Natasha. Tetapi Keira tidak semudah itu percaya dengan ucapan Natasha. Mungkin Natasha pikir dia tidak tahu kalau dia bertemu dengan Arka di depan tadi. “Owh gitu! Mungkin iya gue lupa kali,” ucap Keira Dia sengaja mengikuti akting Natasha saat ini. “Mending lo buka aja baju lo yang kotor itu! Gue yakin tuh baju pasti basah, mending lo pake jaket aja,” sambung Keira “Hah! Jangan! Eh maksud gue nggak usah,” tolak Natasha langsung. “Lah emang kenapa anjir! Lo mau sakit karena pakek baju basah kaya gitu ha,” ucap Keira. “Udah lo buka aja baju itu dan pake jaket aja! Sesekali lo nurut sama ucapan gue kenapa si Asha.” sambung Keira kesal. Tapi Natasha masih juga terdiam. Dia seperti memikirkan sesuatu hal yang sangat mengusik pikirannya. “Kelamaan mikir ni anak, udah lo masuk ke dalam dan lepas baju yang kotor itu.” Keira mendorong Natasha untuk masuk ke dalam salah satu kamar toilet. “Makanya nggak usah bohongi gue segala lo Asha! Lo pikir gue nggak tau itu jaket dari siapa!” batin Keira sambil tersenyum tipis. Sementara di dalam kamar toilet tersebut Natasha masih ragu-ragu untuk melepas baju dia yang kotor itu. “Masa gue harus pakai jaket nih cowok langsung menyentuh kulit gue sih,” gumam Natasha lirih. “Lagian si Keira kenapa mendadak aneh sih tingkah tu anak!” Natasha sangat kesal dengan sahabatnya itu. Tapi mau tidak mau Natasha akhirnya mengikuti perintah dari Keira. Dari pada gadis itu terus saja mengarah ke Arka. --- “Nah ni anak! Dari tadi lo ditungguin orang untuk rapat, menghilang tiba-tiba lo!” ucap Daniel saat melihat Arka masuk ke dalam ruangan BEM. “Jeysen, gue mau minta tolong sama lo untuk cari tau data seseorang,” ucap Arka. Dia bahkan tidak memperdulikan ucapan Daniel tersebut. “Siapa yang cari masalah sama lo lagi Arka? Nggak biasanya lo minta tolong kayak gini sama gue?” tanya Jeysen. “Gue nggak ada cari masalah sama orang lain! Tapi gue perlu data-data orang itu secepatnya,” ucap Arka “Siapa Arka?” tanya Daniel. Arka menatap ke arah yang lainnya dan membisikkan satu nama kepada Daniel dan Jeysen. “Buat apa lo data-data tu cewek Arka?” tanya Daniel terkejut. “Bukan nya lo udah tau siapa dia ya?” tanya Jeysen. “Bisa nggak lo kalau ngomong pelanin dikit suaranya! Gue jitak juga kepala lo nih,” ucap Arka ketus dengan tatapan tajam dia. “Sorry.. sorry Arka! Habisnya gue kaget dengar nama tu anak,” ucap Daniel. “Gimana lo bisa kan Jey? Gue butuh data-data tu anak sore ini juga,” ucap Arka “Bisa-bisa aja! Tapi gue masih penasaran kenapa lo suruh gue untuk cari informasi pribadi tentang cewek itu?” tanya Jeysen. “Lo bakalan tau nanti! Sekarang lo lakuin aja perintah gue itu,” ucap Arka. “Yok semuanya kita mulai rapat hari ini!” ucap Arka kepada semua anggota BEM.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD