22. Seratus Batu Roh

1477 Words

“Guru, aku akan patuh,” ucap Irhea sambil menunduk. Eukela tersenyum tipis. Diam-diam dia menghela napas. Memikirkan buku tebal yang sudah dipinjamkan pada Irhea membuat dia mempertanyakan tindakannya. Apakah yang dia lakukan sudah benar? Atau justru dia terlalu gegabah? Bagaimanapun juga di dalam buku itu ada begitu banyak mantra sihir. Bahkan dia sendiri tidak mempelajari semuanya. Jika rasa penasaran Irhea tidak mudah dituntaskan, maka gadis itu pasti akan mencoba mempelajari sihir-sihir yang lainnya. “Irhea, hari pertandinganmu akan segera tiba. Kau harus mempersiapkan itu dengan baik,” ucap Eukela kemudian. Dia tidak ingin mengungkapkan kekhawatirannya terkait buku sihir itu. “Baik. Guru jangan khawatir,” balas Irhea. Eukela tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia hanya mengangguk l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD