Pada hari berikutnya, Irhea kembali menyelinap ke makam leluhur. Kemarin dia tidak mengunjungi pohon Folmas ajaib. Dan ketika dia melihatnya hari ini, perasaannya menjadi terkejut dan cemas. Pohon Folmas itu menjadi semakin layu saja. Daunnya yang sudah menguning banyak yang berguguran. Bahkan pucuknya tampak sedikit melengkung lemas ke bawah. Irhea menjadi takut sendiri. Dia segera mendekati pohon itu dan menyentuhnya perlahan. “Apanya yang salah? Apa tanah di sini tidak cocok?” gumamnya dengan bingung. “Atau memang pohon ini sudah hidup terlalu lama?” Leluhur akademi sudah mati dalam ratusan tahun. Maka itu berarti umur pohon ini juga sudah tua, meskipun bentuknya tidak sebesar pohon-pohon beringin di sana. Bagaimanapun juga ini bukan kemungkinan yang mustahil. Irhea benar-benar me

