“Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa kau marah?” tanya Gion dengan santai. Dia senang melihat amarah di wajah Irhea. Baginya, pria selalu lebih unggul daripada wanita. Dan ini membuatnya bersikap semena-mena pada Irhea. “Pergi sekarang!” seru Irhea dengan marah. “Jangan sentuh pohon itu lagi!” Gion mengangkat sudut alisnya. Seringaian kembali muncul. Dia hendak merusak pohon itu lagi, tetapi Irhea tidak membiarkan hal itu terjadi. Dia segera bergerak maju lalu menendang kaki pria itu dengan kuat. Tindakannya terlalu mengejutkan semua orang. Mereka tidak menduga Irhea akan berani menyerang Gion terang-terangan. Dan mereka tidak menyangka ternyata gerakan Irhea bisa secepat dan sekuat itu. Suara ringisan langsung keluar dari mulut Gion setelah tendangan keras menghantam kakinya. Dia se

