Dinda menatap kembali ke arah jam dinding yang ia rasa waktu begitu lambat berputar. Matanya menatap ke semua arah di ruangan ini, sepi seperti tidak berpenghuni. Padahal di luar kamar ada beberapa pelayan yang menunggu jika ia butuh bantuan. Dinda semakin merasa pusing dan juga kesal karena semua ini. Ia terjebak disini karena kemauan Yoyo, pria yang ia cintai ini berubah menjadi begitu egois dan insecure akan keselamatan Dinda sendiri. Dinda ingat hari itu ia mendadak terbangun dikamar ini dengan penuh pertanyaan. Ia merasa heran dan ketakutan kenapa tiba-tiba berpindah tempat. Dinda sempat berpikir apakah ia mati? Atau ada orang bodoh lagi yang menculiknya. Semua rasa penasaran dan gelisah Dinda terjawab ketika ia melihat Yoyo datang dan menatapnya dingin. Tatapan itu tidak pernah Din

