Adinda tersenyum tiada habisnya setiap menatap dirinya sendiri didepan cermin besar ini, berapa kali ia bertanya pada Stylish yang membantu dirinya merapikan gaun yang dikenakannya. Ia ingin hari ini sempurna, sebuah hari yang hanya akan terjadi sekali di dalam hidupnya. Setidaknya itu yang ia harapkan. Sedangkan Yoyo berapa kali menarik nafas panjang agar ia tak salah mengucapkan janji pernikahan nantinya. Ia sangat gugup karena untuk pertama kalinya ia yakin akan sebuah pernikahan. Walaupun ia merasakan sedih luar biasa ketika kehadiran sosok seorang ayah hadir disini tak akan bisa ia lihat. “Yo... “ Suara lembut itu memecah lamunan Yoyo. Ia menatap datar ke arah perempuan yang memanggil namanya. Yasmin pun menghampiri adiknya sambil mengucapkan selamat, tidak terdengar tulus memang n

