Langkah Dinda begitu lambat mengikuti Dony menuju ruangannya. Pria itu pun menoleh ke belakang, menatap Dinda yang terus menunduk dan tanpa sadar menabrak punggung Dony. Dinda terkejut dan menatap sesaat lalu meminta maaf dengan cepat. “Maaf Pak, saya ga sengaja.. Pak Dony berhentinya mendadak soalnya” Ucap Dinda bersalah. Dony tersenyum samar lalu ia membuka pintu ruangannya dan mempersilahkan Dinda masuk. Dony pun duduk di mejanya dan Dinda masih berdiri tanpa berbicara apapun. “Din kamu ga mau duduk? Ayok saya mau jelasinnya banyak ini sama kamu” Suruh Dony sambil menunjuk kursi di depannya. Dinda pun mengangguk canggung lalu duduk perlahan, wajahnya masih belum berani menatap Dony di depannya. Ingin rasanya ia menyumpah pada takdir yang menyebalkan ini. Dony mengerti Dinda begitu c

