Dinda benar-benar nekat hingga ia merasa tak percaya jika kakinya kini telah berada di jepang. Sejak kapan dinda menjadi begitu rapuh hanya karena pria dan cinta. Dari dulu dia tidak pernah percaya suatu hubungan, namun demi yoyo ia menggadaikan hati dan kepercayaannya. Entah apa yang yoyo lakukan saat ini, pria itu telah puluhan kali menelepon sebelum dinda masuk pesawat tadi. Adinda pun tak peduli dengan puluhan pesan darinya, ia langsung menghapus tanpa membacanya. Adinda terus melamun tanpa memperdulikan sekelilingnya, bahkan rasa lapar di perutnya ia tak peduli. Makanan di pesawat tak disentuh sama sekali oleh dinda. Ia merasa mual menatap makanan itu. Dari kejauhan seseorang berlari kencang ketika menemukan dinda yang terduduk diam. Wajah gadis itu yang masih belum sadar jika ia ad

