Chapter 20

1171 Words

Adinda masih terus mencoba menghubungi Yoyo, namun tetap sama ia tak menjawab sama sekali. Dinda sekuat tenaga menahan air mata dan kegelisahannya. Ia tak ingin menangis dihadapan Juna. Ia ingin terlihat baik- baik saja dihadapan pria ini. Tak lama sebuah pesan dari Yoyo terlihat di ponsel dinda. Maaf aku lagi sibuk. Nanti aku hubungin kamu balik. Nafas dinda terasa sesak, ia merasa begitu sakit. Karena Yoyo tak pernah mengirimkan pesan dengan kalimat seperti ini. Pria itu tak pernah lupa memanggilnya sayang ataupun namanya. Bahkan Yoyo pernah menelponnya disaat ia rapat dan hanya untuk mengabari jika ia sedang sibuk. Firasat dinda mengatakan ada hal lain yang terjadi disana.  "Dinda...aku udah bisa lanjut nih" suara Juna menghentikan lamunan sedih Dinda. Dinda pun mengangguk dan men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD