"Mau makan malem di rumah?" tawar Kinan dengan Bara yang sibuk membalas pesan pada rekan satu rumah sakitnya. Kinan menunggu, karena ia paham mengapa Bara tidak langsung menjawab. Bara itu tipikal yang jika sudah fokus pada satu, ya... satu saja. Setelah meletakkan ponselnya di tempat yang aman, Bara tersenyum pada Kinan. Mulai mengemudi dengan kecepatan yang stabil dan bertujuan menjemput Kanu di sekolah terlebih dulu. "Aku makan malem di rumah kamu kayak kemarin, nggak apa-apa, kan?" balas Bara. Kinan mendecak sebal. Padahal ia sudah menawarkan, dan Bara malah bertanya apakah dirinya keberatan atau tidak. "Aku udah bilang sama kamu, ya. Kamu malah balik nanya!" ketus Kinan. Menjelang hari pernikahannya dengan Bara, Kinan memang sepertinya semakin sensitif. Tidak menutup berbagai ke

