TIGA BELAS

1040 Words

Kinan gugup. Tapi sedikit mampu lebih santai ketika keluarga Bara memberikan berbagai ketenangan. Keluarga itu sungguh terbuka, tidak menilai Kinan macam-macam. Dan saat makan malam usai, pembicaraan kembali diurai. "Jadi, gimana tentang kalian?" tanya Rina—Ibu Bara. Kinan tersenyum canggung, dan memulai ekspedisi. "Bara maunya, sih semuanya keputusan berdua, Ma. Tapi ada kebimbangan lain yang masih belum terselesaikan," sahut Bara yang begitu santai mengungkap apa yang ia ingin. "Lho? Kok gitu? Kamu bikin calon mantu Mama kecewa, ya? Kamu bandel lagi, Bara?!" pekik Rina yang malah mengomeli putranya.  "Sayang, Kinan... jangan ragu buat jadi mantu Mama, ya? Mama belum pernah sebahagia ini. Bara, bahkan Mama kira dia itu nggak normal. Soalnya nggak pernah bawa perempuan ke rumah. Tau-t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD