Ada banyak kesempatan dalam dunia ini. Begitu juga kesempatan yang hadir dalam hidup Kinan. Dia merasa perlu bersyukur berulang kali, karena dengan adanya sang suami dan kedua bayinya, hidupnya kini semakin terasa lengkap. Meski tidak ada Kanu, Kinan tetap merasakan kasih sayang putra pertamanya itu. Sudah menjadi rutinitas setiap minggu, jika satu keluarga harus ada yang menyempatkan diri pergi mengunjungi makam Kanu. Kinan bersyukur lagi, karena hampir tidak pernah melihat wajah Bam. Kinan sendiri tidak tahu akan berbuat apa jika berpapasan baik disengaja atau pun tidak disengaja dengan Bam. Yang pasti, Kinan belum bisa menerima kehadiran Bam. Tidak peduli, jika Bam memohon maaf pada dirinya. "Hari ini keluar, kan?" Bara menghampiri istrinya yang sedari tadi menatapi Bara tanpa melempa

