DUA PULUH TUJUH

1080 Words

Mungkin jika Bara bukan tipikal pria yang merencanakan ke depannya, nasib Kinan tidak akan beda jauh dari masa lalunya. Jadi, ketika ada banyak permasalahan yang menghimpit dalam rumah tangga keduanya, tidak ada salahnya untuk rehat sejenak. Tapi rehat dalam bentuk yang lebih masuk akal, bukan rehat dengan saling mendiamkan. "Ini mau dipotong?" tanya Bara, seraya mengelap peluh yang membanjiri keningnya. "Iya, dipotong. Tapi kecil-kecil, ya. Jangan asal!" titah Kinan yang mengurus bagian tumis menumis. "Kayak buat acar gitu nggak, sih, Sayang?" Kinan menggeleng. Karena membuat orak arik, tidak memotong sayurannya seperti acar. "Gini..." Kinan mematikan kompor, dan menghampiri Bara. "... kecil dan tipis. Kalo kamu motongnya kayak acar, pas dimakannya nggak enak. Pasti kami bakalan prote

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD