bc

Berondong Tampan di Ranjang Janda Muda

book_age18+
0
FOLLOW
1K
READ
HE
age gap
friends to lovers
kickass heroine
sweet
lighthearted
city
office/work place
disappearance
love at the first sight
like
intro-logo
Blurb

Hidup Sisilia Contesta (29) atau kerap di sapa Sisil penuh dengan warna semenjak memiliki kos-kosan 16 pintu yang dikelola olehnya. Bagaimana tidak, berbagai macam karakter anak-anak di kosannya  membuatnya sakit kepala. Belum lagi ditambah dengan kehadiran sosok David Jackson, pemuda 24 tahun dengan nama ke bule-bulean sebagai anak kos baru, cukup mengganggunya. Bukan karena wajahnya yang tampan, atau bentuk tubuhnya yang tinggi, tapi karena Sisil merasa aneh dengan sikap David yang berusaha untuk selalu tampil di hadapannya. Hal yang paling membuatnya heran sendiri ketika manajer minimarket yang dikelola olehnya ternyata mempekerjakan David sehingga mau tidak mau Sisil harus bertemu lagi tidak hanya di kosan, dan di sekolah, namun juga di minimarket. Semenjak kehadiran David dalam kehidupannya, entah mengapa Sisil merasa seolah ada tangan tak kasat mata yang selalu mengikatnya dengan David. Sampai kemudian, benih-benih cinta mulai muncul, membuat Sisil sedikit demi sedikit mulai menghilangkan trauma yang terjadi padanya, yang menyebabkannya tidak pernah percaya akan laki-laki lagi. Ketika Sisil akhirnya bangkit dan menghilangkan traumanya, manusia yang membuatnya trauma akan laki-laki akhirnya muncul kembali dengan tidak tahu malunya, mengganggu kehidupannya lagi, memintanya untuk mengurus anaknya dengan selingkuhannya, membuat Sisil akhirnya menyadari jika manusia tidak tahu malu bernama Fahmi Firgy ini memang harus dilemparkan jauh-jauh ke Antartika.

chap-preview
Free preview
1. Janda Premium
Bab 1 Langit tampak cerah dengan matahari yang begitu menyengat ketika langkah kaki dua orang manusia yang baru saja resmi dipisahkan oleh ketukan palu keluar dari sebuah gedung. Di tangan mereka masing-masing memegang amplop plastik dengan masing-masing kertas yang menandakan status mereka tidak lagi berhubungan. Pernikahan yang baru terjalin dengan normalnya 100 hari, harus berakhir 6 bulan kemudian ketika sosok perempuan bernama Sisilia Contesta akhirnya mengajukan gugatan cerai kurang lebihnya sekitar 6 bulan yang lalu ke pengadilan. Yap, pernikahan Sisilia dan Fahmi Firgy tidak semulus saat keduanya menjalin hubungan dalam rangka waktu 3 tahun. Hanya 100 hari, cukup untuk memutuskan hubungan mereka sepenuhnya. Sisilia menolehkan kepalanya, menatap pria yang kini berstatus sebagai mantan suaminya. "Sekarang kamu boleh pergi, Fahmi. Aku nggak pernah menyesal pernah kenal kamu, cuma menyesal aja kenapa aku bisa menikah dengan laki-laki seperti kamu, menghancurkan masa depanku, membuat hidupku yang memang sudah hancur semakin hancur." Sisilia berkata sambil berdiri di hadapan Fahmi. "Andai aja aku tahu kalau setahun setelah kita menjalin hubungan, kamu meniduri perempuan itu dan bahkan anak kalian lahir, mungkin aku nggak akan pernah mau melanjutkan hubungan dengan kamu sampai ke jenjang pernikahan. Tapi, ini mungkin sudah takdir aku." Sisilia mengangkat bahunya, sambil mengeluarkan ponselnya yang berdering. Menerima panggilan telepon dari sahabatnya yang sudah dekat dengan lokasinya, Sisilia bersiap untuk meninggalkan kota ini, meninggalkan kenang-kenangan pahit dan trauma yang mendalam, yang entah kapan bisa sembuhnya. "Aku minta maaf atas semua kesalahan dan dosa masa lalu yang pernah aku lakukan ke kamu. Sisilia, aku hanya berharap semoga suatu hari nanti kamu bisa memaafkan aku, memaafkan keegosan dan kebodohan aku," ucap Fahmi, menatap Sisilia dengan menyesal. Bohong rasanya jika ia tidak memiliki perasaan apapun pada mantan istrinya ini. Kenyataannya, ia juga menyesal, mengapa Sisilia harus tahu tentang perempuan selingkuhannya dan juga anak di luar nikah yang mereka miliki. Sebenarnya saat itu Fahmi ingin bertanggung jawab pada Mauren, perempuan yang dihamilinya, namun orang tuanya tidak pernah menyetujuinya menikah dengan Mauren. Maka dari itu ia tetap melanjutkan hubungannya dengan dua orang wanita dan berharap semuanya akan berjalan dengan lancar. Sayangnya, bangkai yang tersembunyi dengan baik tidak akan pernah bisa disimpan untuk selamanya. Kenyataannya, rahasia yang berusaha untuk ia simpan rapat-rapat justru terbuka dan terkuak ketika usia pernikahan mereka memasuki 99 hari. "Suatu hari mungkin aku bisa memaafkan kamu. Tapi, mau melupakan apa yang udah kamu lakukan, sorry aja, nggak bisa." Sisilia mengibaskan rambutnya dengan wajah angkuh. "Sekarang, kamu pergi. Anak dan perempuan selingkuhan kamu udah nunggu di sana," tunjuknya. Fahmi mengikuti arah tatapan Sisilia dan menemukan sosok Maureen bersama anak mereka yang baru berusia 2 tahun berdiri di samping mobil. Rupanya Sisilia baru mengetahui jika Mauren yang mengantarkan Fahmi untuk putusan sidang hari ini. Tak lama kemudian, sebuah mobil melaju mendekati tempat di mana saat ini Sisilia berdiri. Mobil berhenti, kemudian turun sosok perempuan dengan mengenakan rok mini setengah paha, yang dipadupadankan dengan tanktop serta jaket hitam. Sosok itu mengenakan kacamata yang langsung diturunkan ketika melihat keberadaan orang yang akan dijemputnya hari ini. "Janda Sisil, akhirnya kamu bercerai juga dengan laki-laki nggak berguna ini." Segera sosok perempuan cantik itu berlari ke arah sahabatnya yang kini statusnya sudah menjadi janda. Tibanya di hadapan Sisilia, perempuan itu langsung memeluk sahabatnya, kemudian merangkulnya dengan erat sambil melemparkan senyum manis bahagia sekali sahabatnya bisa bercerai dengan laki-laki seperti Fahmi. "Kamu tenang aja, aku bakalan promosikan kamu sebagai janda premium. Pemakaian hanya 3 bulan 10 hari, yang usia padi aja masih belum cukup dipanen, tapi kamu sudah memanen kesialan lebih dulu. Hahaha!" Sisilia menggelengkan kepalanya, merasa sakit kepala dengan tingkah laku Debora yang tidak pada tempatnya. Tidak ada sahabat yang bisa sebahagia Debora saat tahu jika ia bercerai dengan Fahmi. "Kamu--" Fahmi rasanya ingin memprotes akan tawa bahagia Debora, namun perempuan itu langsung melemparkan tatapan tajamnya. "Apa? Mau marah? Nggak terima? Mau berantem? Ayo, siapa takut." Debora bersiap untuk melipat jaket lengannya, menantang Fahmi yang terlihat sangat marah sekali dengan kata-katanya. "Aku benar, bukan? Sisilia yang baik hati ini bisa-bisanya mau-maunya punya pasangan seperti kamu, laki-laki tukang selingkuh, tukang celup sana, tukang celup sini. Mana selingkuhannya perempuan klub malam lagi. Hello, kalau mau buat mantan istri patah hati, minimal cari selingkuhan yang di atasnya." Langkah kaki Mauren yang menggendong anak berusia 2 tahun langsung berhenti tak jauh dari posisi Fahmi ketika mendengar kata-kata Debora. Menyadari kehadiran kekasihnya, Fahmi memutar tubuhnya dan menghampiri Mauren, lalu merangkul pundaknya. "Jaga kata-kata kamu, Debora. Nggak sepantasnya kamu menghina Mauren. Kalau kamu mau menghina, hina aku saja. Jangan bawa-bawa Mauren." Debora melipat tangannya di d**a, menatap Fahmi dari ujung kaki sampai ujung kepala, kemudian ia menggelengkan kepalanya sambil berdecak. "Nggak usah dihina pun kamu memang sudah hina. Laki-laki yang nggak bertanggung jawab, udah menghamili anak orang, nggak dinikahi, tapi justru menikahi sahabatku. Dasar pengecut," ejeknya terang-terangan. "Terus kamu juga, perempuan, hati-hati aja kalau Fahmi bisa aja selingkuh dengan perempuan lain. Perempuan secantik sahabatku, sebaik sahabatku, sepintar sahabatku saja bisa diselingkuhi. Apalagi kamu cuma perempuan hiburan di klub malam, dengan tampang -10, pasti kamu bakalan tenggelam di kandang babi." Sisilia yang berdiri di sebelahnya langsung terbatuk. Mulut Debora ini memang tidak ada remnya, kalau urusan untuk menghina perempuan yang berprofesi sebagai perusak. "Debora, cukup. Lebih baik kita langsung ke apartemen aku aja. Jadwal pesawat kita tinggal 2 jam lagi." Sisilia memegang tangan sahabatnya sambil menggelengkan kepala, membuat Debora mengangguk sambil melempar tatapan sinisnya pada Fahmi dan Mauren. Jantung Fahmi berdetak tidak enak kala mendengar kata-kata Sisilia, terutama soal pesawat. Apa Sisilia akan meninggalkan kota ini? Batin Fahmi mulai cemas. "Sil, kamu mau pergi ke mana? Apakah kamu akan pergi meninggalkan kota ini?" tanya Fahmi menatap Sisilia. Rasanya gelap sekali ketika membayangkan jika Sisilia tidak akan ada di kota ini lagi. Bibir Sisilia terbuka untuk menjawab, ketika Debora lebih dulu menyeletuk dengan jawaban yang membuat Fahmi merasa seolah-olah napasnya sudah tidak berada di tempatnya lagi. "Ya iyalah, Sisilia bakalan kembali ke kota kelahirannya. Ngapain juga di kota orang lama-lama, kalau orang yang diharapkan buat jadi sandaran justru menyakitinya." Segala sesuatu sudah berjalan seperti ini, mungkin ini memang sudah waktunya Sisilia kembali ke kota kelahirannya.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Kau Berikan Uangku Untuk Maduku

read
2.7K
bc

Hidden Love

read
139.2K
bc

Stuck With You

read
76.1K
bc

23 VS 38

read
301.8K
bc

Happier Then Ever

read
93.7K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
190.3K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
41.6K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook