Bab 33

1269 Words

Rizal menaiki tangga lantai dua dengan langkah tergesa. Sejenak dia dapat melupakan kemarahannya pada Desti, tapi kini, dia harus mempertegas lagi aturannya sebagai imam yang harus ditaati di rumah itu. “Hanya satu pilihanmu, Dik. Keluar dari tempat kerjamu, sekarang juga!” Rizal berdiri di depan jendela kaca yang membuatnya leluasa menatap ke luar, meski matahari sudah beranjak turun. Desti yang sudah selesai mandi dan sedang menyisir rambutnya, tak mengalihkan pandangannya dari cermin di depannya. “Kamu dengar?” ulang Rizal, tak sabar karena mendapati istrinya seolah tak menganggap kata-katanya serius. Rizal berjalan mendekat. Lalu langkahnya terhenti di depan meja rias Desti. Lelaki itu membungkukkan badannya, agar istrinya dapat menatap wajah seriusnya. “Aku nggak menghalangi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD