Kinan semakin tidak mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi, mengapa Ricko yang biasanya selalu jujur padanya kali ini menutupi sebuah hal sebesar ini. Apakah ada sesuatu yang sedang ia rencanakan atau memang ada sesuatu yang tidak ia pahami lantas bagaimana dia bisa memahami jika semua benar-benar lelaki itu tutupi. "Sayang, kamu capek?" tanya Ricko yang melihat sang istri hanya diam sepanjang perjalanan pulang dari rumah sakit, lelaki itu mengambil tangan Kinan lalu menariknya agar bisa ia cium dengan hangat. "Iya, aku sedikit capek," jawab Kinan ringan, tidak ingin sang suami menaruh curiga kalau dirinya sedang merencanakan sesuatu dalam diamnya. "Bang, Abang lagi ada masalah sama Agung?" tanya Kinan sambil menatap sang suami, lelaki itu sedikit mengerutkan keningnya mendengar

