Agung

1717 Words

"Sini, Sayang. Ayo jalan ke Mama sini," panggil Kinan dengan ceria meminta sang putra yang tengah tertatih belajar berjalan ke arahnya, bocah berusia satu tahun lebih itu tertawa ceria tetapi tidak juga mau melanjutkan langkah ke arahnya. King yang tumbuh menjadi balita tampan dengan tubuh gembulnya itu tertawa sambil mengibas-ngibaskan boneka rajutan kecil berbentuk sapi yang ia pegang. "Sini, Sayang, ayo melangkah lagi. King kan anak pintar," rayu Kinan yang sedang berjongkok dengan jarak sekitar satu meter di depan bocah itu. "Tata ... tata ...." celoteh King dengan ceria, bocah itu lalu melangkah maju tetapi dengan kedua mata yang berbinar menatap ke arah lain, arah pintu masuk rumah mereka yang Kinan belakangi. "Oh, Kakak pulang," kata Kinan sambil memeluk King yang sedikit te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD