Warisan

1870 Words

"Mas, aku mau ikut Mas ... kenapa mas Agung ninggalin aku." Azkya terisak di samping pusara sang Kakak yang masih basah, makam itu bagai di selimuti bunga-bunga segar yang baru saja kerabat dan sahabat mereka taburkan. Rangkaian bunga yang teman-teman Agung bawa juga tertata di kanan dan kiri pusara itu tetapi ini untuk pertama kalinya rangkaian bunga itu tidak terasa indah tetapi suram dan menyakitkan jika di pandang mata. Ini bagai sebuah mimpi buruk yang membuat semua ingin segera terbangun dari tidurnya tetapi sayangnya itu tidak akan bisa, ini adalah sebuah kenyataan bukan hanya sekedar mimpi dan itulah yang membuat semuanya terasa lebih buruk. "Kya, kamu enggak boleh ngomong begitu, jangan pernah merasa putus asa lalu meminta sebuah kematian. Agung butuh kamu untuk selalu memberi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD