02 - Siapa Aku Bagimu?

855 Words
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi mulus seorang wanita. Dan wanita itu menatap sang pelaku dengan tatapan nyalang, serta langsung berusaha untuk membalasnya. Namun, beruntung, Sienna bisa menahan tangan wanita bermulut pedas itu. Sienna menatapnya dingin. “Seperti yang aku bilang. Aku nggak akan tinggal diam jika kamu melewati batasanmu di sini.” Wanita yang menjadi lawan bicara Sienna itu menarik tangannya dengan keras, melipatnya di depan d**a. “Aku cuma mengatakan fakta. Kenyataannya, Galen memang tidak akan pernah mencintaimu. Dan kamu cuma hewan piaraannya saja yang setiap hari harus dikasih makan.” Plakkk Tamparan kedua mendarat dengan sempurna. Bahkan, Sienna melakukannya masih dengan raut wajah datar tanpa berekspresi. “Kamu! Benar-benar. Dasar wanita gila! Pantas saja Galen tidak bisa mencintaimu. Kamu seperti orang i***t yang-” Ucapan itu harus kembali terhenti ketika tamparan ketiga datang tanpa dapat ia duga. “Sienna!” Sienna akhirnya mengalihkan tatapannya ke arah pintu. Tampak Galen di sana, menatapnya dengan murka. Wanita yang baru saja mendapat tiga tamparan dari Sienna itu segera berhambur ke dalam pelukan Galen. “Len, lihat! Sudut bibirku sampai berdarah karena tamparannya. Kamu harus lakukan sesuatu!” adunya. Sienna tersenyum sinis, seolah ucapan wanita itu tidak berarti apapun untuknya. Sebab ia tahu satu hal … Galen tidak akan melepaskannya. Galen tidak akan pernah membiarkan Sienna pergi, sebesar apapun kesalahan yang telah dilakukan oleh Sienna. “Aku sudah benar-benar muak,” ucap Sienna, membuat perhatian Galen teralihkan sepenuhnya. “Kamu ganti di kamar mandi luar, dan tunggu aku di ruang makan!” ucap Galen pada wanita liar yang ia bawa. “Tapi kamu-” “Keluar sekarang, Rosa!” potong Galen tegas. Wanita itu mendecak sebal. Lalu, ia menoleh sinis ke arah Sienna, sebelum akhirnya keluar dengan terpaksa. Galen melangkah lebar ke arah Sienna. Keduanya memiliki tatapan yang dingin. “Apa yang kamu lakukan kali ini sudah sangat keterlaluan, Sienna. Setidaknya, kamu harus tahu batasan.” Sienna tersenyum sinis. “Aku? Hanya aku yang harus tahu batasan? Lalu kamu bagaimana?” Galen cukup terkejut mendengar ucapan itu keluar dari mulut Sienna. Tidak biasanya Sienna seberani ini padanya. Biasanya, apapun yang ia lakukan dan ia katakan, Sienna hanya akan menurut. Mereka jarang terlibat perdebatan meski kehidupan rumah tangga yang mereka jalani sangat kacau. “Kamu bisa keluar setelah aku mengantar Rosa,” kata Galen, yang tak ingin lagi menanggapi ucapan Sienna. Pria itu berbalik ke arah pintu. Namun, suara Sienna membuat ia menghentikan langkahnya. “Mau sampai kapan sih, Kak, kita menjalani kehidupan yang seperti ini? Apa sudah mustahil bagi kita buat memperbaiki semuanya? Kalau memang selamanya akan terus seperti ini, kenapa kita tidak pisah aja?” *** Sienna memeluk gulingnya dengan erat. Ia yakin Galen dan wanitanya sudah pergi dari rumah. Namun, ia masih enggan untuk keluar dan melanjutkan makan siangnya. Memang, ia takut kehilangan Galen. Hanya Galen satu-satunya orang yang ia miliki. Setelah ia sadar dari koma satu setengah tahun lalu, tak ada seorang pun yang mau mengulurkan tangannya selain Galen. Hanya dia, orang pertama yang datang, dan mengajak Sienna untuk pulang, memberikan tempat yang dinamakan rumah, dan kini menjadi keluarga. Namun, untuk apa? Untuk apa Galen melakukan itu jika yang ia lakukan berikutnya hanya menyakiti Sienna? Sienna seolah terlambat menyadari jika rumah itu bukanlah istana seperti yang orang-orang katakan. Melainkan sebuah sangkar yang memerangkapnya. Dan benar apa yang Rosa katakan padanya. Keberadaan Sienna di sini, tidak lebih spesial dari binatang peliharaan yang setiap hari diberi makan oleh pemiliknya. Sienna memukuli kepalanya sendiri. Ia memaksa dirinya untuk mengingat apa sebenarnya yang sudah terjadi padanya di masa lalu, hingga ia bisa begitu terikat dengan Galen. “Sebenarnya ada apa? Kenapa semua jadi seperti ini? Dan kenapa dia sangat membenciku?” “Aku tidak mengerti. Jika memang tidak cinta, kenapa dia harus menikahiku? Sebenarnya ada hubungan seperti apa antara aku dan dirinya di masa lalu?” “Padahal, jantung ini selalu berdebar kencang saat aku bersamanya. Aku selalu bahagia saat ia datang menemuiku di rumah sakit. Aku pikir, itu karena hubungan istimewa kami di masa lalu. Tapi, kenapa semua jadi seperti ini sekarang?” Sienna semakin kencang memukuli kepalanya. “Kamu harus ingat, Sienna! Kesalahan apa yang sudah kamu lakukan di masa lalu sampai ia menjeratmu dalam kehidupan pernikahan yang menyakitkan seperti ini!” Sienna terlalu memaksakan dirinya. Dan yang terjadi, selalu sama. Ia jatuh pingsan setelah berusaha mengingat masa lalunya. Ya. Sebagian ingatannya memang hilang setelah ia tersadar dari koma satu setengah tahun yang lalu. Yang Sienna tahu, ia mengalami kecelakaan hebat yang menyebabkannya koma selama beberapa hari. Dan ketika ia sadar, hanya Galen yang ada di hadapannya, mengulurkan tangannya untuk Sienna dan memberikan tempat yang nyaman untuknya. Keluarga? Ia punya ayah dan ibu. Namun, dari sisa ingatannya, ia tidak memiliki hubungan yang cukup baik dengan mereka. Bahkan beberapa saat sebelum pernikahan Sienna, mereka menegaskan pada Sienna jika mereka tak ingin lagi Sienna muncul di kehidupan mereka setelah menikah dengan Galen. Mereka membuang Sienna, tanpa Sienna tahu apa kesalahan yang telah ia perbuat. Dan sekali lagi, hanya Galen tempat Sienna untuk kembali. Membuat Sienna semakin bergantung padanya, hingga akhirnya pernikahan itu tak terelakkan. Karena Sienna pikir, Galen akan memberikan kebahagiaan untuknya. Dan ternyata itu semua salah.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD