Bagian 22 Setelah keluar dari ATM, aku pun menuju parkiran. Sesampainya di tempat parkiran, ponselku bergetar . Aku langsung mengambil benda pipih tersebut dari dalam tas untuk melihat siapa yang menelponku. Aku mengernyitkan kening saat muncul nama Nia di daftar panggilan tak terjawab. Enam belas panggilan tak terjawab. Ada apa Nia menelponku sampai panggilannya sebanyak itu? Mungkin karena aku terlalu sibuk, jadi tidak sempat untuk mengecek ponselku. Saat hendak menelpon balik, ternyata Nia sudah menelpon duluan. "Halo, Sandra." Terdengar suara Nia saat aku menempelkan benda pipih tersebut ke telingaku. "Sandra, kamu dimana, sih? Dari tadi aku menelponmu tapi tak juga diangkat. Kamu di mana?" Loh, kok Nia bertanya seperti itu? Ia 'kan tidak ada hak untuk melarangku. Kenapa Nia s

