“Ngapain sih Lo, Bos? Kaya ayam kedinginan aja … dari tadi diemmm terus di pojokan sofa? Kenapa? Cerita dong cerita,” Zaffran datang sambil mendumel karena melihat bos-nya setelah selesai sarapan tadi terlihat sangat galau, dan Zaffran tidak tahu dari mana sumber kegalauan bos-nya itu, apakah pertikaiannya dengan Deema belum selesai? Atau ada hal lain yang mengganggu pikirannya? Sungguh Zaffran sangat ingin tahu. Aiden yang tengah melamun itu pun menggeleng untuk menjawab ucapan Zaffran. “Apa? Gara-gara Deema lagi? Kenapa sih, Bos? Lo sekarang tinggal datang ke Deema, minta maaf udah gitu selesai. Lo gak perlu mojok kaya anak ayam gitu, Bos. Lo gak perlu ….” Zaffran sudah sangat frustasi melihat bosnya yang sudah memiliki kelakuan di luar nalar. Bersahabat dengan Aiden dan menjadi se

