6.Atha information`s

1420 Words
“Aku fikir kau sudah mengingatku saat kita bertemu di taman waktu itu. Tapi ternyata sama saja, malah kau takut padaku” keluh Atha, Naya hanya diam menanggapi ia tidak tahu harus berkomentar apa. “Sudah 10 tahun saat kau jatuh, masa tidak ada satupun ingatanmu yang datang kembali?” protes Atha. Naya terdiam, jika seandainya boleh jujur banyak sekali memori asing yang datang kepadanya, seperti kepingan puzzle yang terkait satu sama lain. “Sebenarnya, banyak sekali hal yang ku ingat, tapi aku tak begitu mempedulikannya, karena kata kak Adam itu bukan hal yang penting” jawab Naya. “Dia menyuruhku untuk tak memikirkannya agar kepalaku tak sakit, aku baru mempedulikan ingatan itu ketika bertemu denganmu” lanjutnya. “Kenapa ketika kak Adam yang menyuruh kau langsung menurut, tapi semua yang aku ucapkan tak ada satupun yang kau percaya?” Sungguh aneh Atha menanyakan hal itu, bagi Naya, Adam adalah kakak kesayangannya mana mungkin ia akan membantah dan membuat kakaknya sedih. “Maaf, aku kan baru bertemu denganmu” ucap Naya, membela diri. “Lalu apa kau masih ingin meragukanku, setelah semua fakta yang aku berikan?” “Aku percaya padamu, aku percaya kita dulu dekat, tapi tidak dengan ucapanmu bahwa keluarga Dharmendra berniat mencelakai ku” ucap Naya. “Lalu apa yang harus aku lakukan, agar kau mau percaya bahwa keluarga Dharmendra berbahaya” tanya Atha. “Beri aku alasan kuat, selain keluarga Dharmendra yang berbohong padaku” ucap Naya yakin, ia merasa fakta yang diberikan Atha masih kurang untuk membuatnya mencurigai keluarga Dharmendra. “Percuma pada akhirnya kau juga tidak akan percaya padaku” jawab Atha nada dengan kesal. “Kenapa kau jadi kesal begitu, apa aku melakukan kesalahan?” tanya Naya. “Bagaimana aku tidak kesal, kau membuat hidupku sia-sia, 10 tahun hanya untuk melihat reaksimu seperti ini? Kau tidak tahu apa yang sudah ku lalui sampai berada di titik sekarang?” keluh Atha. Sungguh sikapnya saat ini seperti seorang anak kecil yang merajuk pada ibunya. “Maaf” ucap Naya, ia tak tahu tepatnya kehidupan Atha selama ini, tapi dari sorot matanya ketika merajuk, ia menemukan rasa sakit di balik mata tajam itu. “Tolong beri aku kesempatan, tiba-tiba mencurigai orang di sekelilingku itu rasanya sulit, terlebih aku melihat mereka tulus sayang dan melindungiku” pinta Naya. Atha masih terdiam mengabaikan Naya, “Aku mohon” pinta Naya kembali. Atha menghela nafas kasar “Baiklah” jawab Atha membuat Naya tersenyum. “Perlu aku peringatkan sekali lagi, jangan pernah mempercayai mereka” peringat Atha. “Meskipun aku juga bingung, mengapa selama 10 tahun ini mereka tak melakukan apa-apa padamu, tapi jangan percaya begitu saja pada mereka” nasihat Atha lagi. Naya mengangguk menanggapi, ia ingin segera mengetahui fakta lain yang dimiliki Atha. “Aku sangat marah, ketika kau jatuh dari tangga, apalagi sampai kau tak mengingat apapun, karena itu aku berusaha mencari semua data yang berkaitan denganmu, mulai dari data rumah sakit sampai cctv keamanan, aku ingin tahu bagaimana dan siapa pelakunya” ucap Atha. Terlepas bagaimana Atha melakukannya, Naya terkejut Atha sudah melakukan banyak hal untuk dirinya. “Tapi malah data palsu rumah sakit yang kutemukan, meskipun pada akhirnya aku menemukan yang asli” lanjutnya. “Dan cctv ternyata juga tidak membantu, posisimu saat kejadian merupakan titik buta cctv, jadi aku tidak tahu tepatnya siapa yang ada di belakangmu” ucap Atha. “Pada akhirnya aku terfikir pada para maid yang menjadi saksi mata saat kau jatuh, tapi apa kau tahu apa yang aku temukan?” tanya Atha. “Apa yang kau temukan?” tanya Naya penasaran. “Mereka menghilang” jawab Atha singkat. Kedua alis Naya menyatu, tanda ia bingung dengan jawaban Atha. “Apa maksud mu?” tanya Naya. “Mereka semua menghilang, bukan hanya yang ada di tempat kejadian, tapi semuanya, termasuk para satpam, sopir, dan tukang kebun” tutur Atha. “Ini aneh, apa maksudmu, kenapa?” tanya Naya kembali. Rasa terkejut dan penasaran yang menyatu membuatnya lupa untuk mengontrol nada suaranya. Beberapa pengunjung cafe terlihat melirik ke arahnya. “Tenanglah” ucap Atha, Naya menggumamkan kata maaf untuknya, terlihat raut penyesalan Naya atas perbuatannya sebelumnya. Atha menghela nafas pelan lalu melanjutkan ucapannya. “Aku menemukan beberapa meninggal entah sakit maupun kecelakaan, beberapa yang lain hilang tanpa keterangan” ucap Atha. “Semuanya?” tanya Naya lagi. “Lebih tepatnya bisa aku katakan” jawab Atha dengan nada serius. “Semua orang yang bekerja pada Ayah dan Ibumu telah mati dan beberapa orang seperti yang ku katakan tadi hilang tanpa keterangan” tambah Atha. Naya terdiam memikirkan semua yang di ucapkan Atha, memang tepat langkah untuk mengetahui kejadian sebenarnya ketika ia jatuh dengan bertanya pada maid yang ada di tempat kejadian. Setidaknya mereka mendapatkan gambaran mengenai apa yang terjadi, tapi semua itu tak bisa di lakukan jika semua menghilang. “Jadi maksud mu semua orang yang bekerja di rumahku sekarang tidak tahu sama sekali kejadian 10 tahun yang lalu?” tanya Naya. Atha mengangguk, “Tepat sekali, aneh bukan?” Naya tak berani membantah kali ini, satu kalimat berisi reaksinya yang tak percaya, Naya dapat memastikan Atha akan kembali kesal padanya. “Mereka sangat kejam” ucap Naya berkomentar. “Kau baru tahu mereka kejam?” tanya Atha enteng, ia lalu memberi kode tangan pada Naya untuk mendekat, Naya menurut ia mendekati Atha menunggu apa yang akan dilakukannya. “Aku memang tak mempunyai bukti kuat tentang hal ini, tapi kau harus tahu, pasangan Dharmendra yang merencanakan kematian orangtuamu” bisik Atha. Naya terkejut, ia berniat mundur ke tempat duduk sebelum di cegah Atha kembali. “Aku tahu kau tak mudah mempercayainya, tapi seharusnya kau juga masuk dalam rencana mereka, tapi aku menggagalkannya dan membuatmu selamat” pungkas Atha, setelah itu kembali ke tempat duduknya, begitu juga dengan Naya, raut wajahnya masih shock mendengar informasi yang baru saja ia dengar. “Itulah sebabnya aku di usir” ucap Atha enteng, ia pun mengambil minumannya menyeruput sedikit menikmati raut terkejut Naya yang menurutnya sangat lucu. Belum juga Naya tersadar dari rasa terkejutnya, handphone Naya berbunyi memunculkan sebuah pesan. --- From Kakak Adam ♡ Naya dimana? Kenapa belum pulang? --- Naya terkejut, ia segera melirik jam, memang terlambat cukup lama dari waktu yang seharusnya ia sudah pulang kerumah, di tambah ia lupa memberitahu Adam bahwa ia akan pulang terlambat. Pantas kakaknya khawatir, ia pun segera membalas pesan kakaknya mengatakan ia sedang berkumpul dengan temannya. Gelagat Naya membuat Atha penasaran. “Siapa?”tanya Atha. “Kak Adam, dia bertanya kenapa aku belum pulang” jawab Naya tanpa mengalihkan pandangannya dari handphone. Tanpa Naya ketahui Atha memutar bola matanya malas, ia kesal Naya dekat dengan Adam. Setelah Naya selesai membalas ia meletakkan handphonenya di meja. “Dari mana kau tahu semua itu?” tanya Naya tiba-tiba. “Apa?” jawab Atha terkejut. “Semua informasi itu” ucap Naya. “Apa kau masih tak percaya padaku?” kesal Atha. Ia berfikir percuma ia menjelaskan semuanya jika pada akhirnya Naya tak pernah percaya padanya. “Maaf bukan begitu maksudku, apa salah jika aku ingin tahu darimana semua informasi yang kau dapat?” jelas Naya. Atha menghela nafas kasar, “Aku pernah mendengar rencana kedua orang tuaku untuk mencelakai kau dan orang tuamu” jeda Atha untuk melihat respon Naya sebelum melanjutkan, melihat Naya terdiam menyimak ia melanjutkan lagi “Awalnya aku tak percaya, tapi sejalan berjalannya waktu aku merasa mereka benar-benar melakukannya, jadi aku membuat keputusanku sendiri” “Lalu bagaimana dengan informasi para pekerja terdahulu?” tanya Naya lagi. “Apa kau lupa aku seorang hacker?” jawab Atha. Naya paham, mungkin selama ini Atha mencari semua informasi yang ia perlukan dengan kemampuan meretasnya. Naya kagum dengan kejeniusan Atha.”Darimana kau mendapat kemampuan mu?” tanya Naya, membuat Atha mengangkat sebelah alisnya tanda tak mengerti. “Maksud ku, apakah mereka menyekolahkanmu di sekolah yang elit? Sampai kau sejenius itu” tambah Naya. Atha tertawa kecil sebelum menjawab, “Mereka tak akan sedermawan itu memperlakukan ku, kalau mereka memanjakan Abi sih mungkin aku percaya” ucap Atha. “Jadi bagaimana kehidupan mu selama ini?” tanya Naya penasaran. Atha terkekeh kecil, ia ingin bertemu Naya untuk menjelaskan maksudnya yang ingin Naya berhati-hati dengan keluarga Dharmendra. Tapi siapa sangka Naya ternyata juga tertarik dengan kehidupannya. “Sayang, kau ingin tahu bagaimana aku hidup saat berpisah dengan mu?” tanya Atha dengan senyuman menyeringai. “Berhenti main-main jawab saja aku” perintah Naya. “Baiklah, dengarkan kisah kehidupan calon suamimu ini” ucap Atha dengan yakin, Naya hanya memutar bola matanya malas, namun ia juga bersiap mendengarkan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD