Mendadak Pulang

1111 Words

“Antarkan aku pulang, Kak,” pintanya kepada Ari saat mereka baru saja masuk mobil. “Kita memang pulang kan.” Ari geleng – geleng sendiri. “Maksudku antarkan aku pulang ke rumah ayah.” “Ayah?” Ari mengangkat satu alisnya karena mengira kalau ayah yang ia maksud adalah ayah yang ia ketahui. “Maksudku Ayah Yanto, Kak. Ayahku yang sekarang.” Ayah yang ia akui sebagai ayah meskipun tidak terikat secara biologi. Ari hanya ber oh – ria, sambil mengangguk mengerti. “Kenapa tiba – tiba kamu ingin pulang?” tanyanya. Tiba – tiba saja Bening ingin segera bertemu dengan ayahnya. Pria asing yang sudah merawatnya sejak kecil. Menjaganya tanpa pamrih dan menyayanginya seperti anak sendiri. “Kangen aja,” jawabnya singkat. Ari kembali mengangguk – angguk, tanpa bicara ia mengantarkan Bening ke rumah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD