Catatan Hati Anisa (2)

476 Words

Dear hatiku, Aku sedang menatap kosong ke luar jendela pesawat. Duduk di sisi kursi sembari bersandar lesu. Jujur saja, aku masih merasa bingung dan bimbang. Tapi, aku memaksa agar bisa menghadapi semua dengan selayaknya. Aku yang biasa rapuh dan terluka. Aku yang biasa sengsara dan merana. Aku yang biasa terlupa dan tersiksa. Kini mencoba bangkit dari keterpurukan egoku sendiri. Bila terus kerenungi keadaanku, atau jika terus kutangisi sedihku, mungkin langkahku akan makin terseok tak tentu arah. Aku berdamai dengan kenyataan. Mungkin saja Sang Kuasa sedang memberiku jalan keluar dari segala problematika hidupku. Mendatangkan dia dalam hidupku, yang kuyakin sudah Sang Pencipta siapkan semua cerita skenario selanjutnya. Aku, Anisa Restiani, yang dulu ceria pernah lupa akan tawa baha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD