BAB 3

1068 Words
Mereka pun jalan berdua bersama menuju parkiran dimana mobil pak raja terparkir,, sesampainya di mobil mereka pun segera membuka mobil itu pak raja yang membuka pintu lewat kanan karena akan menyetir dan jamai pun membuka gagang mobil di sebelah kiri,, mereka duduk berdua didepan,,, Tak lama kemudian mobil melaju dengan kecepatan rendah karena mau keluar dari parkiran menuju jalanan di kota,, Suasana masih hening tak banyak yang d ucapkan pak raja ataupun jamai mereka pun enggan untuk berbicara saat mobil sudah membelah kota itu nampak jalan agak sedikit macet, pak raja pun melaju dengan kecepatan rendah sesekali memandang ke arah jamai, saat di perjalanan jamai selalu membuang muka dari arah pak raja dia pun lebih memilih melihat ke arah kaca dari pada kearah si bos nya,,, Saat berada di lampu merah pak raja memulai perbincangan mereka yang dari tadi hening tanpa suara "Mai.." Panggil pak raja sambil menyetir melihat ke arah jalan "Hmmm" Sahut jamai dengan singkat "Kamu masih marah ya Mai? Sama tasya tadi? Atau kamu lagi capek sama kerjaan atau mau cari makan dulu jamai?" pertanyaan itu pun bertubi-tubi di lontarkan oleh pak raja karena melihat jamai yang begitu lesu dan tidak semangat,, "Saya mau pulang aja pak" Jamai yang masih enggan untuk berbicara dia terus memalingkan wajahnya dari raja tanpa melihat raja sedikitpun Raja pun binggung taak tau bagaimana cara membujuk wanita karena dia tak pernah mempunyai pasangan secara serius biasanya kalau tasya marah selalu di biarin sama raja karena tasya yang akan mencairkan suasana setiap mereka habis bertengkar " Waduh jadi bnggung saya" Gumam raja sesaat sekali melirik jamai yang hanya berdiam diri saja Tak lama kemudian sampailah dirumah jamai "Pak saya keluar dulu ya, terimakasih banyak atas tumpangannya,," Jamai pun langsung keluar dari mobil pak raja, jamai yang hendak menutup pintu mobil terlihat pak raja agak sedikit panik ,, Jamai tunggu "teriak pak raja " Lalu pak raja pun jalan menuju depan rumah jamai karena jamai pun sudah berada di depan pintu rumah yang hendak membuka pintu rumahnya,, . Seketika itu jamai menoleh ke arah pak raja "ada apa pak? " Tanya jamai Saya mau berbicara sama kalau boleh? Bukannya tadi kita sudah bicara pak"potong jamai saat pak raja mau mengucapkan kata-kata yang lain" "Jamai kayaknya saya mau serius sama kamu "hmmm mksudnya pak? " Jamai pun sedikit terkejut tidak menyangka kalau bos nya bilang seperti itu,, " Mai kita masuk dulu yuk? Saya bolehkan bertamu kerumah kamu? " Ya boleh sih pak, tapi p... Aak? Sudah Mai kita bicara didalam saja,, raja yang nampak serius raut mukanya sambil berjalan masuk menuju kearah kursi untuk duduk "Duduk pak" Iya Mai jawab raja Maaf Mai kalau arah pembicaraan saya mungkin menyinggung kamu, saya mau tanya Mai sudah punya kekasih hidup? Pertanyaan raja sontak membuat jamai kaget matanya terlihat bulat sempurna mulutnya membentuk huruf O "melongo" Gak punya pak' kenapa pak? Jangan bilang bapak menyukai saya,, serang jamai terhadap raja yang begitu antusias,,, "Saya suka sama kamu Mai, saya sering memperhatikan kamu saat jam kerja,, saya mau kamu jadi pendamping hidup saya.. Bagaimana menurut mu Mai? " Pak kok tiba tiba bilang seperti ini,, tunggu dulu pak,, kita kan tidak pernah jalan bareng bahkan pak raja bukan siapa siapa saya kok tiba tiba ngajakin serius? Saya gak salah denger ini pak? Bertubi-tubi pertanyaan itu pun di lontakan oleh jamai, dia yang kaget setengah syok tidak menyangka ada seorang pria yang ingin mengajaknya ke hubungan serius,, "what the f**k" Apa yang di pikirkan lelaki ini enak saja tiba tiba ngajakin serius "dalam hati jamai" Maaf jamai saya tau saya mungkin sedikit keterlaluan menurut kamu, dengan umurku yang tidak muda lagi sepertinya saya sudah mendapatkan seorang yang akan mendampingi hidup saya, saya rasa saya tidak salah memilih yaitu kamu Mai... Tapi saya tidak bisa pak, saya tidak begitu mengenal bapak,, Ayolah jamai, kamu tidak mau kan orang lain menggangap kamu wanita yang emmmmbbb... Embbb... Apa pak? Potong jamai yang tiba-tiba "Tidak jamai, maaf " Mai kita mencoba jalanin dulu yuks saya rasa setelah kamu mengenal saya lebih lama kamu mungkin juga akan cocok kok jamai, saya lelaki setia tidak pernah memainkan wanita "dengan lantang dan percaya diri raja mengutarakan isi hatinya " "Gimana Mai? " Jamai yang binggung antara mau atau tidak dan Mai pun masih berfikir enggan untuk mengatakan sesuatu dari mulut seksinya,,, Pak saya masih belum berani jawab semua ini,, rasanya mulut saya membeku, saya binggung pak pernyataan itu pun yang akhirnya keluar dari mulut jamai... Pak raja membuang nafasnya dengan kasarrr Hmmmmmuuaaahhhh,, Ya sudah gini saja mai, saya kasih waktu besuk ya Mai saat pulang kerja bisa kita bicara lagi ya Mai? "Desak pak raja terhadap jamai lantaran tidak sabaran menunggu jawaban dari jamai" Jamai pun masih tidak bicara hanya memandang raut wajah raja melihat kedua bola matanya dan memperhatikan setiap kata yang di ucapkan raja,,, . Tidak lama kemudian jamai pun berkata hanya satu kata "i.... Ya pak " Ya sudah saya pamit pulang dulu ya mai " Raja pun mulai berdiri dari duduknya tangan yang sebelah kiri sambil menepuk punggung jamai dua kali puukk.. Pukkkk di tepuk pelan dan halus.. Jamai pun merasakannya " "Hati pak di jalan...." Jamai yang sedang melambai ke arah raja yang kini telah pergi menuju mobilnya.... Jamai pun mulai melangkah kan kakinya membalik tubuhnya masuk kedalam rumah sambil mengusap sedikit matanya,, "Kenapa denganya, kenapa dengan raja, kenapa tiba tiba dia bilang cinta padaku, apa dia tidak sedang kesetanan, apa dia sadar, OMG aku gak salah denger kan apa saya gak tadi" Gumam jamai dalam hati dan pikiran nya terus saja berfikir lantaran tidak percaya sama apa yang terjadi barusan,,, Raja pun yang mulai pergi dari rumah jamai tampak sudah menjauh bahkan rumahnya sudah tidak lagi terlihat "semoga saya tidak salah pilih, saya yakin kamu wanita yang tepat untukku mai" Gumam raja dalam hatinya berharap besuk jamai mau menerima pernyataan cintanya barusan Tak lama kemudian mobil saja yang sudah terparkir di depan bangunan yang nampak mewah menggunakan cat berwarna hijau sehingga memperlihatkan bangunan yang asri dengan model yang modern,,,iya itu adalah rumah raja yang berada di perumahan kawasan elit,, Karena rumah raja dan jamai tidak terlalu jauh hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit jarak antara rumah Mai dan raja, Raja yang mulai memegang pintu mobil dan hendak keluar dari mobil perlahan melangkah kan kakinya menuju depan pintu dan mulai masuk kedalam rumahnya,, raja pun segera pergi menuju kamarnya karena capek dia ingin rebahan sambil memikirkan Mai yang disana
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD