Hinaan Mario

725 Words

Siang itu, kedatangan Mario di rumah sakit benar-benar mencuri perhatian. Dia berjalan santai membelah keramaian lobi sambil menggandeng Shila dan Shaka. Penampilannya terlihat simpel, hanya kemeja biru tua yang lengannya digulung sampai siku. Tapi siapa pun bisa melihat jam tangan mewah yang melingkar di tangannya, yang harganya mungkin setara satu unit apartemen. Para perawat dan staf yang berpapasan dengannya langsung terdiam. Aura Mario terlalu kuat, membuat mereka segan sekaligus kagum. "Ibu!" teriak Shila girang begitu melihat Shena keluar dari ruang rawat. Gadis kecil itu langsung lari memeluk kaki ibunya. Shena kaget, tapi senyumnya langsung merekah melihat dua buah hatinya ada di sana. "Sayang? Kalian beneran datang?" tanya Shena. "Daddy bilang kita harus makan enak," sahut S

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD