Azril POV Hari ini aku ikut membantu warga membangun mushola yang telah hancur. Sekarang hampir pukul 15.00 WIB. Kuhampiri Fitri dan para warga wanita. “Assalamu’alaikum Fit.” Panggilku. “Wa’alaikum salam eh Kak Azril.” Jawabnya dengan wajah khawatiryang tak bisa disembunyikan. “Kenapa wajahmu seperti khawatir gitu?” “Mm anu, anu kak.” “Anu-anu apa yang jelas, kalau bicara.” Kataku. “Mm itu Ziya belum pulang.” Katanya. Deg, seakan jantungku akan loncat mendengar itu. “Lha emang tadi bilangnya mau kemana dan jam berapa tadi perginya?” kataku mencoba tidak panik. “tadi bilangnya mau beli bahan dapu yang kurang tapi sampek sekarang belum pulang-pulang. Tadi kalo endak salah Ziya pergi jam 10 kak.” “Astaghfirullah udah hampir 5 jam. Sudah coba kamu hubungi ?” “Sudah kak be

